Membeli Sambil Bernostalgia di Lapak Kaset Bekas Jatinegara

Ingin kembali mengenang memori masa muda. Begitulah ucapan mayoritas pembeli kaset pita bekas di emperan Jalan Urip Sumoharjo Jatinegara, Jakarta Timur ketika ditanya kumparan (kumparan.com) terkait alasan membeli kaset musik bekas di emperan jalan tersebut.
Warga Bekasi Jawa Barat, Arya (32) mengaku hampir setiap minggu mengunjungi lapak milik Hengki, penjual kaset pita bekas termurah di emperan Jalan Urip Sumoharjo. Alasannya, dia ingin mendengarkan kembali lagu yang pernah ia dengar ketika remaja.
"Ke sini bisa beli 5 kaset sekaligus. Di rumah ada radio, jadi feel ingin mengenang kembalinya dapet. Kalau pakai alat musik digital, feelnya enggak dapet," katanya kepada kumparan, Sabtu (21/10).
Dia pun menceritakan, kaset pita bekas yang dijual di emperan Jalan Urip Sumoharjo setiap pekannya berubah. Meski kedatangannya ke emperan jalan tersebut sudah tidak dapat dihitung, namun selalu terdapat kaset musik yang dia borong saat berkunjung.
"Ada aja yang baru. Biasanya saya beli sekalian ada titipan tetangga, jadi enggak berat di ongkos dari Bekasi ke sini," ucapnya.
Senada, pembeli lainnya, M Ikhsan (25) mengaku sering mengunjungi lapak kaset pita bekas di emperan jalan tersebut untuk membeli album musik yang kerap didengarnya ketika remaja. Dia mengungkapkan di lapak milik Hengki, koleksinya cukup lengkap.
"Album musik 2000-an ada semua, musik yang gue denger sewaktu SMP-SMA. Dulu gue sering beli kasetnya, tapi hilang. Ini beli lagi buat nostalgia," ujarnya.

Ditemui di lokasi, penjual kaset pita bekas di emperan Jalan Urip Sumoharjo Jatinegara, Hengki mengungkapkan, kaset pita bekas yang dijualnya terdiri dari album musik musisi tahun 1980-an hingga 2000-an. Per kaset, ia biasa membanderol dengan harga Rp 3.000.
"Dari dulu sama saja, harganya tidak naik. Dalam sehari biasanya bisa ngejual 30-an kaset, dapetnya Rp 100.000-an lah," jelasnya.
Menurutnya, seluruh kaset pita yang ia jual adalah album musik lama. Pun rata-rata alasan masyarakat yang membeli dagangannya, yakni lantaran ingin bernostalgia. Sehingga dia tak khawatir dagangannya tidak laku.
"Yakin aja, lagian kaset yang saya jual tiap minggunya beda-beda. Kaset yang saya jual ini mesti laku semua kok," ucapnya.
Sementara itu, penjual kaset pita bekas lainnya, Cemong mengaku harga barang dagangannya bervariasi, tergantung tingkat kesulitan pedagang dalam mencari album itu. Adapun harga yang ditetapkannya antara Rp 15.000 hingga Rp 50.000.
"Coba cari album yang saya jual ini di tempat lain, pasti enggak ada. Makanya harganya lebih mahal dari yang lain," katanya.
Cemong merinci, kaset pita bekas yang dibanderol dengan harga Rp 15.000 yakni album musik yang stoknya cukup banyak seperti album Koes Plus. Sementara kaset pita yang dibanderol dengan harga Rp 20.000-50.000 ialah album musik yang sudah langka, seperti album musik milik Queen, The Cranberries, hingga Gun n Roses.
"Ini album yang limited edition, saya susah carinya. Makanya saya jual agak mahal. Biasanya yang beli kolektor, orang yang benar-benar ingin nostalgia," pungkasnya.
Reporter: Muchammad Resya Firmansyah
