Kumparan Logo

Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Serap Peserta Magang Nasional

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenko Bidang Perekonian, Kamis (23/4/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kantor Kemenko Bidang Perekonian, Kamis (23/4/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk menyerap peserta magang dalam Program Magang Nasional (MagangHub) 2026.

Ajakan ini diutarakan Yassierli dalam diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (3/7/2026).

"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun, " kata Yassierli dalam keterangannya, Sabtu (4/7).

Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta Magang Nasional menjadi 150 ribu orang tahun ini. Yassierli berharap kesempatan ini dimanfaatkan para pengusaha di NTB, sekaligus bisa memperluas serapan tenaga kerja dan mencetak lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja.

Wisatawan berada di pantai Kuta Mandalika di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Rabu (31/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Hal itu sejalan dengan semakin berkembangnya investasi dan sektor pariwisata di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimanfaatkan dan terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata," ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan Magang Nasional pada 2025 yang melibatkan sekitar 100 ribu peserta, tingkat kepuasan peserta tercatat mencapai 86 persen.

Sementara itu perusahaan yang menjadi mitra program juga memberikan penilaian positif. Tingkat kepuasan terhadap kinerja peserta magang berada di kisaran 85 hingga 86 persen.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghadiri Peluncuran Program Magang Nasional 2026 di Kemnaker, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Yassierli menegaskan program Magang Nasional tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja para peserta, tetapi juga membantu perusahaan memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah memberikan berbagai fasilitas, mulai dari subsidi hingga sertifikasi kompetensi secara cuma-cuma melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Bagi perusahaan yang ingin bergabung dalam MagangHub maupun lulusan baru yang ingin mendaftar atau memperoleh informasi lebih lanjut mengenai MagangHub, dapat langsung mengakses portal resmi MagangHub Kemnaker," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga mendengar keluhan para pengelola KEK dan pimpinan perusahaan terkait sulitnya mencari tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi khusus, sertifikasi, serta lisensi standar operasional.

Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kemnaker akan melakukan intervensi total melalui jalur pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan pasar kerja.

"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK. BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Lombok Timur sendiri memiliki keunggulan utama di bidang kejuruan Pariwisata dan hospitality, serta kejuruan adaptif lainnya yang relevan dengan perkembangan kawasan," tutupnya.