Menaker: Realisasi BLT Subsidi Gaji Sudah 93,94 Persen, Capai Rp 27,96 Triliun

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) masih berupaya menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji bagi pekerja yang terdampak pandemi COVID-19.
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, mengungkapkan penyaluran BLT subsidi gaji sampai termin kedua per 14 Desember 2020 sudah 93,94 persen tersalurkan.
“Adapun penyaluran termin BSU per 14 Desember 2020 menunjukkan bahwa realisasi BSU sudah mencapai Rp 27,96 triliun atau kalau di persentase 93,94 persen,” kata Ida Fauziyah saat konferensi pers secara virtual, Rabu (16/12).
Setidaknya ada 12.403.896 pekerja yang disasar mendapatkan BSU. Mereka akan mendapatkan bantuan dana Rp 600.000 selama 4 bulan atau total Rp 2,4 juta. Dana itu diserahkan melalui 2 termin yaitu Rp 1,2 juta setiap termin.
Ida menjelaskan apabila dilihat per termin, di termin pertama sudah tersalurkan kepada 12,26 juta orang atau 98,86 persen dengan nilai Rp 14,71 triliun.
“Termin kedua sudah tersalurkan kepada 11,04 juta orang, kalau di persentase 89 persen dengan nilai Rp 13,2 triliun,” ungkap Ida.
Ida mengakui ada kendala di termin pertama, seperti rekening penerima bermasalah yang membuat dana tidak bisa dikirim. Sementara kendala di termin kedua yakni perlu pemadanan data dengan pihak perpajakan.
Ida memastikan berbagai kendala yang ada bakal diselesaikan. Sehingga BSU sepenuhnya bisa segera diterima masyarakat.
“Untuk memastikan BSU tepat sasaran selain pemadanan dengan data pajak tadi, kami juga monitoring dan evaluasi. Pada beberapa kesempatan saya juga mengecek langsung penerima. Alhamdulillah yang saya temui saya melihat mereka memilki kesesuaian kriteria,” tutur Ida.
