Bisnis
·
3 Oktober 2020 17:01

Menangguk Cuan dari Tanaman Hias di Masa Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Menangguk Cuan dari Tanaman Hias di Masa Pandemi (265079)
Ilustrasi Tanaman Hias Foto: Shutterstock
Di masa pandemi COVID-19, banyak masyarakat menghabiskan waktu di rumah. Kondisi tersebut ternyata bisa membuat masyarakat mempunyai hobi baru seperti dengan mengoleksi tanaman hias di rumah.
ADVERTISEMENT
Seorang pebisnis tanaman, Darti Nurmaesaroh, mengungkapkan bisnis tanaman sebelum pandemi sebenarnya juga sudah ramai.
“Namun seiring banyaknya orang yang harus staying dan working #dirumahaja karena pandemi, peminat tanaman menjadi naik berkali-kali lipat dari sebelumnya,” kata Darti yang banyak mengunggah tanamannya di Instagram @dartinmh saat dihubungi kumparan, Sabtu (3/10).
Darti mengatakan, banyaknya peminat itu membuat tanaman semakin langka dan harganya terus naik di pasaran. Ia mencontohkan salah satu jenis tanaman kenaikannya mencapai 6 kali lipat.
“Untuk tanaman tertentu, yang langka dan pembudidayaannya memakan waktu lama seperti Philodendron Pink Congo kenaikan harganya mencapai 300 persen. Harga awal Rp 50 ribu, sekarang Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu (500 persen),” ungkap Darti.
ADVERTISEMENT
Darti mengungkapkan turunan lain dari jenis Philodendron yang laris manis diburu masyarakat adalah Philodendron Birkin. Selain itu, tanaman yang saat ini juga diminati masyarakat adalah jenis Monstera seperti Janda Bolong dan lain sebagainya.
“Tanaman yang sedang tren saat ini adalah jenis Aglaonema, Calathea, dan Alocasia, Philodendron, Monstera, Syngonium, Caladium. Janda Bolong termasuk, karena dia masuk keluarga Monstera. Jadi jenis-jenis di atas itu nama globalnya,” terang Darti.
“Setiap jenis ada turunannya lagi. Misal, keluarga Monstera itu punya Monstera Deliciosa, Monstera Adansonii (Janda Bolong) dan lain-lain. Begitu juga dengan bunga lain seperti Philodendron,” tambahnya.