Mendag Bakal Dorong Sarang Burung Walet Jadi Komoditas Unggulan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi berencana menjadi sarang burung walet menjadi komoditas unggulan asal Indonesia. Menurut Lutfi hingga saat ini Indonesia mengekspor 2.000 ton sarang burung walet. Dari angka tersebut, sebanyak 110 ton diekspor ke China sedangkan sisanya dijual bebas.
“Dan yang penting juga, beberapa komoditas yang ingin kedepankan adalah sarang burung walet. Yang kita jual ke pasar Cina hari ini dengan arrangement perdagangan, adalah 110 ton. Sisanya dijual secara bebas,” ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (11/1).
Lutfi mengatakan sebanyak 110 ton sarang burung walet yang diekspor ke China itu per kilonya dihargai Rp 25 juta. Lutfi pun berencana melakukan negosiasi dengan pemerintah Cina agar Indonesia bisa meningkatkan volume ekspor sarang burung walet ke negera tersebut.
“Kami akan tetap bantu UMKM menjual sarang burung walet untuk mendapatkan harga terbaik,” ujarnya.
Adapun untuk mendapatkan harga terbaik itu, Indonesia perlu meningkatkan kualitas sanitasi, termasuk menjaga kebersihan. Untuk itu Lutfi mengatakan pihaknya bakal mendorong sektor ini dengan cara terbaik. Meski demikian pihaknya berjanji tidak akan membuat peraturan yang bakal menyusahkan eksportir.
“Tetapi kami akan datang berdialog. Saya akan panggil asosiasi burung wallet ini untuk bisa burung wallet jadi komoditas unggulan,” ujarnya.
Sebab menurutnya, komoditas ini punya potensi yang sangat menjanjikan. Hitungannya, jika Indonesia mengekspor 2.000 ton sarang burung walet dengan harga Rp 25 juta per kg-nya, maka nilainya sekitar USD 8 miliar. Angka ini setara dengan 4-5 persen dari ekspor nonmigas Indonesia. Lutfi percaya jika ini dikelola dengan baik maka sektor ini akan membangkitkan perekonomian Indonesia termasuk UMKM yang terlibat di dalamnya.
“Ini akan mendayagunakan UMKM menjadi sangat penting dengan proses sebenarnya yang sederhana. Kami akan menggalakkan pasar ekspor dengan menegosiasikan perjanjian perdagangan,” tandasnya.
