Kumparan Logo

Mendag Bakal Tarik Semua MinyaKita yang Tak Sesuai Takaran

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendag Budi Santoso di kantornya, Rabu (12/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Budi Santoso di kantornya, Rabu (12/3/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan menarik MinyaKita yang tak sesuai takaran. Hal tersebut menyusul adanya temuan MinyaKita kemasan 1 liter, tetapi isinya tidak sampai 1 liter.

Budi memastikan pengecekan dan pengawasan ketat di pasaran dan di tempat pengemasan ulang atau repacker terdaftar akan terus dilakukan.

“Ya jadi kalau ada kita temukan (MinyaKita tak sesuai takaran) ya berarti itu memang melanggar aturan harus ditarik. Jadi kita, tim pengawas, Satgas Pangan Polri setiap hari berjalan, bergerak, apakah itu di pasar rakyat maupun di repacker-repacker yang ada,” kata Budi usai Peluncuran dan Franchising Expo (ILFEX) 2025 di kantor Kemendag, Rabu (12/3).

Namun, Budi belum bisa membeberkan berapa banyak MinyaKita tidak sesuai takaran yang bakal ditarik. Menurutnya, proses penarikan ini akan dilakukan sesegera mungkin.

Suasana pengemasan MinyaKita kemasan kantong (pouch) di kawasan Pergudangan Cilincing, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain itu, Budi menegaskan pemerintah akan memberikan sanksi penutupan usaha terhadap perusahaan yang tetbukti melakukan kecurangan ini.

Budi menegaskan semua pelaku usaha harus menaati aturan dan menjual MinyaKita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.

“(Perusahaan pelanggar) sekarang sedang proses dan tentunya kena sanksi dan perusahaan-perusahaan sudah kita tutup ya, tidak bisa beroperasi lagi,” ungkap Budi.

Pastikan Pasokan Pasokan Aman

Budi mengatakan pengawasan terhadap MinyaKita meliputi dua hal, yaitu untuk memastikan tidak ada lagi yang tidak sesuai takaran di pasaran dan memastikan pasokan tetap terjamin.

Budi menuturkan pasokan MinyaKita aman di tengah ramai permasalahan kecurangan isi. Sehingga, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan minyak bersubsidi tersebut pasaran.

“Jadi kita memastikan saja, sehingga kita memastikan bahwa ketersediaan minyakita akan ada, tetap ada ya, jadi masyarakat tidak perlu panik, ya artinya itu kan memang pelanggaran,” ujar Budi.