Mendag Bicara Soal Singapura yang Berhasil Lahirkan Banyak Unicorn

6 Juli 2021 12:49
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mendag Bicara Soal Singapura yang Berhasil Lahirkan Banyak Unicorn (29828)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: Ismar Patrizki/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Mendag Muhammad Lutfi berbicara soal pesatnya perkembangan teknologi digital. Sayangnya, belum banyak perusahaan digital dari Indonesia yang bisa menguasai pasar khususnya di wilayah Asean.
ADVERTISEMENT
Lutfi mengungkapkan saat ini perusahaan digital yang bisa menjadi unicorn besar berasal dari Singapura. Padahal jumlah penduduk dari negara tersebut tidak begitu banyak.
"Kalau melihat 5 perusahaan terbesar digital di Asean 4 bukan berasal dari Indonesia. Top 5 hanya 1 yang dari Indonesia yaitu Gojek yang saat ini mau dengan Tokopedia tetapi sisanya yang 4 perusahaan Singapura," kata Lutfi saat webinar yang digelar KPPU, Selasa (6/7).
"Perusahaan Singapura, rakyatnya cuma 5 juta tetapi menguasai dan menghasilkan unicorn-unicorn yang sangat besar," tambahnya.
Mendag Bicara Soal Singapura yang Berhasil Lahirkan Banyak Unicorn (29829)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (23/5). Foto: Kementerian BUMN
Untuk itu, perusahaan digital di Indonesia harus terus digenjot lagi perkembangannya. Selain itu, Muhammad Lutfi mengatakan perkembangan platform digital di Indonesia harus bisa mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Sehingga, Lutfi mematikan bakal menjaga perdagangan khususnya di ekosistem digital agar adil dan tidak merugikan masyarakat Indonesia. Menurutnya, kebermanfaatan perdagangan harus didapat tak hanya untuk produsen, tetapi juga ke konsumen.
ADVERTISEMENT
“Indonesia pada saat yang bersamaan tidak mempunyai DNA, tidak mempunyai karakteristik untuk proteksionisme, tetapi saya pastikan tidak ada satu negara pun yang bisa mengambil makan siang kita,” tutur Lutfi.