Kumparan Logo

Mendag Dorong Mahasiswa Berwirausaha: Sekarang Bukan Zamannya Cari Kerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di acara Stadium Generale: Young Entrepreneurs Leadership di Auditorium Fisipol UGM, Jumat (23/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di acara Stadium Generale: Young Entrepreneurs Leadership di Auditorium Fisipol UGM, Jumat (23/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Menjadi pembicara di Fisipol UGM, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong mahasiswa jadi wirausahawan. Menurut Budi, saat ini bukan lagi zamannya mencari pekerjaan.

"Sekarang sih sudah bukan zamannya lagi mencari pekerjaan ya. Kalau kita mengharapkan perusahaan menyerap tenaga kerja, lho, perusahaan itu siapa," kata Budi, Jumat (23/5).

Budi bilang, perusahaan yang ada saat ini, dulunya juga berasal dari para mahasiswa.

"Dulu dia (pengusaha) juga mahasiswa yang bikin usaha, bikin perusahaan. Ya, jangan terlalu mengharapkan itu. Nah, kita harus bisa seperti mereka. Kalau mereka bisa, kenapa kita enggak bisa? Mereka juga banyak yang enggak sekolah, dia bisa jadi pengusaha," katanya.

Contoh ini, kata Budi, menjadi tantangan buat para mahasiswa. Jangan sampai mereka sekadar menganggap jadi pengangguran karena perusahaan tak menyerap tenaga kerja.

"Kita harus berpikir bagaimana kita bisa membuat pekerjaan. Memang tidak mudah, ya itu memang tidak mudah, karena itu adalah tantangan buat kita supaya generasi ini, generasi muda ini, nanti berorientasi pada wirausaha," bebernya.

instagram embed

Budi menganologikan Indonesia adalah orang yang berusia 35 tahun. Sementara negara maju atau makmur adalah orang yang sudah berumur 65 tahun. Contoh negara maju itu adalah Taiwan.

"Nah, kalau Indonesia umurnya baru 35 tahun ya. Kalau mau mencapai 65 juga butuh waktu 30 tahun, jangka panjang. Umur 35 itu banyak yang dibutuhkan. Butuh biaya untuk anaknya, butuh kendaraan, butuh mobil, butuh rumah, apa saja perlu. Artinya, kesempatan investasi di Indonesia itu banyak," katanya.

Saat ini, generasi muda di Indonesia sangat banyak. Bonus demografi, menurut Budi, adalah kesempatan untuk menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

"Nah, ini yang harus kita manfaatkan. Kayak di Taiwan, anak-anak muda kita juga banyak di sana. Itu investasinya Taiwan karena mereka juga yang anak muda juga udah sedikit banget. Kita generasi mudanya sangat banyak, bonus demografinya sangat bagus sehingga kesempatan buat kita untuk menciptakan pekerjaan," pungkasnya.