Kumparan Logo

Mendag: Ekonomi Digital RI Bakal Tembus Rp 4.500 T di 2030

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendag Muhammad Lutfi rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022).  Foto: Kemendag RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Muhammad Lutfi rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/1/2022). Foto: Kemendag RI

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2020 mencapai Rp 15.400 triliun, di mana sektor ekonomi digital berkontribusi sebesar 4 persen atau Rp 632 triliun. Namun, capaian terebut diprediksi bisa berkali lipat di tahun 2030 nanti.

“Dalam 8 tahun ke depan (PDB) kita akan tumbuh setidaknya menjadi Rp 24.000 triliun,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada seminar virtual Briefer, Jumat (11/3).

Dengan begitu, Lutfi mengatakan kontribusi ekonomi digital pada PDB akan turut berkali lipat. Dari yang saat ini hanya berkontribusi sebesar 4 persen, Lutfi prediksi akan menjadi 18 persen.

“Pada 2030, PDB Indonesia akan tumbuh menjadi Rp 24.000 triliun. Pada periode ini, ekonomi digital tumbuh empat kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun atau berkontribusi sebesar 18 persen dari total PDB,” jelasnya.

Dari data BPPP (Badan Pengkajian Pengembangan Perdagangan) Kemendag yang dia paparkan, dari total Rp 4.531 triliun tersebut sebanyak 34 persen disumbang oleh sektor e-commerce yang mencapai Rp 1.908 triliun.

Selanjutnya dari sektor B2B service sebesar Rp 763 triliun atau 13 persen, dan sektor travel sebesar Rp 575 triliun atau 10 persen.

“Tapi saya ingin menggarisbawahi yang (sektor) health sekitar Rp 471,6 triliun atau 8 persen dan pendidikan yang besarnya kira-kira Rp 160,4 triliun. Jadi ini lah yang akan menjadi game changer dan menyelamatkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Targetkan 1 Juta Digitalisasi Pedagang Pasar Tahun Ini

Percepatan ekonomi digital memang kini tengah menjadi prioritas Kementerian Perdagangan. Dalam pembukaan rapat kerja tahunan Kementerian Perdagangan, Muhammad Lutfi mengerahkan jajarannya untuk melakukan digitalisasi kepada sebanyak satu juga pedagang pasar di tahun ini.

“Maka digitalisasi untuk 1 juta pedagang pasar di tahun 2022 ini harus tercapai karena kita harus mengantisipasi dari pandemi-pandemi yang akan datang maupun gangguan ekonomi yang akan datang,” ujar Mendag.

“Karena dengan digital ekonomi tidak ada lagi yang bisa kita tutup-tutupi, tidak ada lagi yang tidak bisa kita lakukan untuk diantisipasi. Ini adalah bagian terpenting yang harus kita kerjakan,” pungkasnya.

***

Kuis kumparanBISNIS hadir lagi untuk bagi-bagi saldo digital senilai total Rp 1,5 juta. Kali ini ada kuis tebak wajah, caranya gampang! Ikuti petunjuknya di LINK INI. Penyelenggaraan kuis ini waktunya terbatas, ayo segera bergabung!