Kumparan Logo

Mendag: Jumlah Unicorn RI Terbanyak di ASEAN, Bukalapak hingga J&T Express

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kios J&T Express. Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kios J&T Express. Foto: Abdul Latif/kumparan

Start up Indonesia banyak yang kini berhasil menyandang status sebagai unicorn atau memiliki nilai kapitalisasi melebihi USD 1 miliar. Bahkan, jumlah startup unicorn Indonesia menjadi yang terbanyak di ASEAN.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pasar ekonomi digital di Indonesia memang tumbuh pesat. Jumlah penduduk yang besar dan penggunaan internet yang terus tumbuh menjadi salah satu faktornya.

"Jumlah penduduk yang besar, pengguna internet yang terus tumbuh, dan nilai investasi yang dilakukan sejumlah perusahaan startup sehingga membuat Indonesia memiliki jumlah unicorn startup terbesar di kawasan ASEAN, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, OVO, Bukalapak, J&T Express, dan tiket.com," ujar Lutfi dalam rapat dengan Komisi VI DPR yang disiarkan secara virtual, Senin (23/8).

Namun, menurutnya kemampuan sumber daya manusia dan kewirausahaan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Sehingga bisa menghadapi ekonomi digital dengan lebih matang.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Foto: Kemendag RI

"Selain itu kami juga mencatat kompetitif indeks Indonesia memiliki keunggulan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan dari segi SDM dan kewirausahaan perlu untuk ditingkatkan dalam menghadapi ekonomi digital," kata dia.

Untuk terus meningkatkan ekonomi digital Indonesia, pemerintah juga harus melakukan perluasan dalam hal kesiapan. Saat ini Jakarta masih menjadi wilayah yang paling siap.

"Di Pulau Jawa, khususnya di DKI memimpin dari segi kesiapan dan memperlihatkan iklim dan ekosistem digital yang masih terpusat di Ibu Kota. Sehingga pemerintah masih perlu meningkatkan iklim ekosistem digital yang positif di sejumlah provinsi lainnya di Indonesia dan mengembangkan infrastruktur teknologi dan informasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia," tutupnya.