Mendag Pastikan Tambah Suplai Minyakita yang Mulai Langka di Pasaran
ยทwaktu baca 3 menit

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan buka suara terkait stok minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita, yang dikabarkan mulai langka di pasaran. Sebab, para pedagang mengeluhkan harga Minyakita sudah melebihi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14 ribu per liter.
Mendag menegaskan harga Minyakita tidak mengalami kenaikan dari produsen ataupun suplainya yang berkurang. Namun, Zulhas mengeklaim bahwa Minyakita sudah menjadi produk favorit pilihan masyarakat, sehingga ketersediaan di pasar berkurang.
"Harga (Minyakita) tidak naik, tapi di pasar-pasar rakyat, berkurang kirimannya karena Minyakita ini sekarang menjadi merek yang digemari oleh setiap konsumen," ujar Mendag Zulhas, Senin (30/1).
Hal ini disebabkan oleh pengemasan Minyakita yang dilakukan secara baik yang membuat konsumen tertarik membeli. Adapun produk Minyakita sudah berhasil masuk ke pasar modern.
"Semua orang sekarang sudah membeli Minyakita, karena kualitas Minyakita sama dengan merek premium," kata dia.
Menurut Zulhas, pihaknya juga sudah menambah campuran bahan bakar biodiesel B20 dan akan masuk B35 di Februari nanti. "B20 itu menyedot 2 juta CPO untuk mengubah dari menjadi B20 9 juta (kiloliter). Lalu diubah menjadi B35 itu menjadi 3 juta, jadi perlunya 12 juta (kiloliter), nyedot lagi segitu. Jadi ada dua sebab itu," jelasnya.
Untuk itu, Zulhas mengundang para produsen Minyakita demi meningkatkan suplai minyak goreng di dalam negeri. Dia juga berencana menaikkan volume produksi Minyakita menjadi 450 ribu ton per bulan.
"Yang tadinya supply untuk minyak kita itu 300 ribu ton per bulan, kita naikkan 50 persen tadi, semua sudah sepakat, tanda tangan dari hampir 30 itu yang suplainya minyak kita 300 ribu ton ditambah 50 persen menjadi 450 ribu ton per bulan," pungkas Zulhas.
Sebelumnya, Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Ahmad Choirul Furqon, menyayangkan minyak goreng subsidi tersebut mulai sulit dicari. Ia menilai harga Minyakita sudah tidak sesuai HET.
"Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Saat ini minyak goreng subsidi di lapangan sudah mengalami kelangkaan," kata Furqon melalui keterangan tertulis, Senin (30/1).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak wajar, karena sudah memasuki momentum yang sangat menentukan, yaitu Pemilu dan 2 bulan menjelang Ramadhan. Harga Minyakita di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah mencapai Rp 16.000 per liter. Pedagang mengeluhkan harga MinyaKita saat ini.
"Kami mendapat keluhan dari banyak pedagang pasar di berbagai wilayah. Seperti di sejumlah pasar di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, harga minyak goreng subsidi ini sudah mencapai Rp 16.000, tentu ini sangat merugikan banyak pihak," ungkap Furqon.
Furqon tidak mau ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat harga minyak goreng subsidi itu tidak stabil. Untuk itu, ia meminta semua pihak terkait mulai dari Kementerian Perdagangan, BUMN, produsen, hingga distributor mencari solusi agar harga MinyaKita kembali stabil.
"Kami sangat berharap pemerintah dapat mengurai kondisi ini. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat harga minyak goreng yang harusnya hak rakyat kecil malah bergejolak," tutur Furqon.
