Kumparan Logo

Mendag Pede Harga Pangan Stabil hingga Akhir Tahun Meski Cabai Masih Mahal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cabai keriting yang dijajakan di Pasar Klender SS, Minggu (14/6/2026). Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cabai keriting yang dijajakan di Pasar Klender SS, Minggu (14/6/2026). Foto: Widya/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis harga kebutuhan pokok dan bahan pangan akan tetap terkendali dan pasokannya aman hingga penghujung 2026.

Kata Budi, Kementerian Perdagangan akan terus memperkuat koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait, serta menggandeng para produsen, pemasok, hingga distributor.

“Optimis (harga bisa turun), kan sebenarnya kebanyakan masih relatif sama dengan harga acuan ya. Ya misalnya ayam masih sesuai harga acuan, telur malah di bawah harga acuan. Jadi ya optimis,” kata Budi saat ditemui di sela Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10).

Budi menjelaskan, sebagian besar komoditas pangan saat ini masih dijual relatif stabil mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Harga daging ayam, misalnya, tercatat berada di kisaran Rp 40.000 per kg, yang masih sesuai dengan harga acuan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam Pembukaan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparan

“Kalau yang lain-lain, misalnya telur, telur sekarang Rp 26.700-an, jadi masih di bawah harga acuan Rp 30.000, ya,” jelas Budi.

Meski demikian, Budi tidak menampik adanya lonjakan harga pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah yang menyentuh rata-rata Rp 70.000 per kg, melampaui HET sebesar Rp 57.000. Menurutnya, kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca yang mengganggu produktivitas di sentra-sentra penghasil.

“Jadi kita minta untuk produksinya terus ditingkatkan dan juga distribusinya, karena sentra distribusi cabai itu kan di daerah tertentu. Ya ini yang naik kan pasti yang jauh dari sentra, jadi distribusinya supaya cepat merata. Kami terus koordinasi,” tutur Budi.

instagram embed