Mendag Sambangi SMK RUS Kudus, Siap Pasarkan Industri Ekonomi Kreatif
ยทwaktu baca 4 menit

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah berkomitmen untuk memasarkan industri ekonomi kreatif. Ini disampaikan saat menyambangi SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah, Kamis (12/3).
Mendag juga menyatakan ekspor jasa, termasuk industri ekonomi kreatif, penting dalam membangun perekonomian. Pemerintah menjamin akan membantu dalam pemasaran produk-produk industri ini.
"Kami ada perwakilan di luar negeri yakni Indonesia Trade Promotion Center yang tugasnya meningkatkan ekspor, tidak hanya barang tetapi juga jasa," katanya, Kamis (12/3).
Permintaan industri kreatif, menurutnya, masih diminati di berbagai negara, seperti Amerika maupun di Eropa. Indonesia memiliki perjanjian dagang dengan Uni Eropa. Kerja sama itu diharapkan dapat membuka peluang mengenalkan industri kreatif.
"Kalau dari pihak SMK RUS Kudus sudah ada bayangan buyer nanti akan kami bantu mau ke Amerika atau Kanada. Di Eropa ada beberapa negara juga yang mencari industri kreatif. Intinya kami buka lebar ekspor jasa," terangnya.
Kemendag juga memiliki program Campus Preneur. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
"Kami ajari mereka untuk jualan dan bisa ekspor juga. Mahasiswa yang magang di beberapa perusahaan sudah kami ajari mencari buyer," imbuhnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan banyak sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah yang terserap oleh perusahaan. Ia menjelaskan, terdapat 1.524 sekolah vokasi di Jawa Tengah.
"Hampir 90 persen terserap di industri. Sisa 10 persennya tidak terserap karena belum cukup umur. Di Jawa Tengah kami perbanyak vokasi dan BLK. BLK ada 4200 di Jateng," katanya, Kamis (12/3).
Ahmad Luthfi menambahkan, jumlah serapan tenaga kerja di Jawa Tengah mencapai 470 ribu tenaga kerja pada 2025. Angka ini didominasi oleh padat karya.
"Kedatangan pak menteri (Mendag) kami harapkan untuk men-support. Sebagaimana diketahui pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mampu mereduksi kemiskinan," sambungnya.
Menurutnya, peran serta bupati dan walikota sangat bagus untuk menyerap tenaga kerja. Ia berpendapat sekolah vokasi sangat penting.
Siswa Kelas XI Jurusan Animasi 2D, Ahmad Sangpangkalima Djanetra Kedar, menyatakan rasa senangnya bisa bersekolah di SMK Raden Umar Said (RUS). Ia mengaku mengeksplorasi berbagai hal soal animasi.
"Saya pernah ikut proyek bikin animasi untuk lomba tingkat nasional bernama animaxtion 2026," ujarnya.
Ia berkeinginan memiliki banyak portofolio. Sehingga ke depannya bisa langsung bekerja. "Harapannya ke depan setelah lulus dari sini bisa memiliki portofolio yang bagus dan bisa bekerja di perusahaan yang bagus," imbuhnya.
Mendag ke SMK NU Banat Kudus, Ajak Siswi Ikuti Jakarta Muslim Fashion Week
Mendag Budi Santoso mempersilakan siswi SMK NU Banat Kudus untuk mengikuti Jakarta Muslim Fashion Week. Tawaran itu disampaikan usai Budi Santoso kagum saat melihat karya siswi-siswi SMK NU Banat Kudus pada Kamis (12/3).
Budi menjelaskan Jakarta Muslim Fashion Week merupakan ajang yang baik untuk mempertemukan antara desainer dengan buyer. Sehingga produknya dapat dipromosikan.
"SMK ini silakan ikut. Kami komitmen agar desainer tidak hanya berhenti membuat karya. Melainkan juga mempertemukan pelaku industri memasarkan produknya," kata Budi, Kamis (12/3).
Kemendag juga sedang mempersiapkan bisnis matching retail modern. Nantinya menyiapkan karya untuk dijual di startup.
"Syaratnya karya yang dibuat harus bagus dan sudah diakui. Jangan sampai kalah dengan desainer asing yang karyanya sudah masuk di mal," sambungnya.
Syarat kedua yakni siswi SMK NU Banat Kudus harus memiliki brand yang menguasai pasar. Sehingga industri dalam negeri tidak hanya dikuasai oleh brand asing.
Sementara itu, Program Manager Djarum Foundation Galuh Paskamagma menyampaikan, prospek industri fashion ke depan sangat bagus. Ditambah lagi, ia percaya dengan talenta siswi di SMK NU Banat Kudus.
"Industri ini sangat bagus diimbangi dengan talenta yang bagus juga. Lalu, dari Pak Menteri (Mendag Budi Santoso) juga membantu mencarikan pasar," ujar Galuh.
Galuh optimistis karya desain dari siswi SMK NU Banat Kudus bisa terus berkembang dan diminati.
Ia menambahkan, ke depannya Djarum Foundation akan terus berkomitmen membina sekolah binaan. Ia percaya talenta asal Kabupaten Kudus dapat mendunia.
"Talenta-talenta di sini memiliki potensi. Mereka merupakan tenaga terampil dan profesional," imbuhnya.
Siswi SMK NU Banat, Amira Zenisbath, mengatakan telah belajar fashion sejak beberapa tahun terakhir. Ia senang menggeluti industri tersebut.
"Saya senang dunia fashion dan modeling. Alhasil pilih sekolah di sini. Semoga ke depan dapat mengembangkan karya desain saya," ucapnya.
***
Reporter: Vega Ma'arijil Ula
