Mendag Sebut Musim Panas Jadi Biang Kerok Harga Cabai Meroket

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan biang kerok harga cabai meroket. Menurut dia, tingginya harga cabai saat ini disebabkan oleh musim panas.
Budi mengakui harga rata-rata nasional komoditas ini tengah di atas harga acuan yang ada. Dia memastikan telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait mengenai hal ini.
“Ya, jadi harga rata-rata nasional, kan, Rp 70.000, ya. Harga rata-rata nasional. Kami sudah komunikasi, memang karena musim panas ini,” kata di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Berdasarkan laman Info Pangan Jakarta, cabai rawit merah pada Selasa (22/9) dibanderol Rp 80.113 per kg atau lebih tinggi dari Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kg.
Ketentuan ini harga cabai rawit merah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.
Meski demikian, Budi memastikan harga cabai jenis lain masih mendekati HAP. Ini juga berlaku untuk komoditas pangan lain seperti bawang merah, bawang putih, telur dan daging ayam.
“Tapi kalau cabai yang lain, cabai merah besar dan segala macam itu normal, malah rata-rata masih di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi). Kemarin kami juga ke pasar di Prambanan, ya. Komoditas harganya rata-rata bagus semua. Ya, kemarin bawang merah, bawang putih, telur, ayam masih di bawah HET,” ujarnya.
Menurut dia, jika harga pangan berfluktuasi namun mendekati harga acuan maka ada keseimbangan antara suplai dan demand.
“Ya, kita harapkan, kan, seperti itu, sehingga peternak bisa jalan, tetapi konsumen juga tidak dirugikan. Tapi kita terus komunikasi, terkait dengan cabai rawit. Memang salah satu faktornya adalah karena musim panas,” jelasnya.
Harga cabai merah keriting saat ini di DKI Jakarta dibanderol Rp 57.000 per kg atau lebih tinggi dari HAP Rp 37.000-Rp 55.000 per kg. Lalu bawang merah Rp 42.385 per kg sementara HAP Rp 36.500-41.500 per kg, telur ayam Rp 27.829 per kg di atas harga acuan Rp 26.500 per kg.
