Kumparan Logo

Mendag Sebut Negara di Timur Tengah Tertarik Bikin Perjanjian Dagang dengan RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan saat ini negara-negara di Timur Tengah ingin membuat perjanjian dagang dengan Indonesia. Ia menjelaskan minat dari negara-negara itu muncul usai Indonesia memiliki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Emirat Arab (UEA).

“Dengan Timur Tengah juga sudah lama kita berunding. Nah caranya gimana supaya Timur Tengah itu mudah? Nah makanya kita ambil dulu ya istilahnya itu kita pretelin satu gitu ya," kata Budi dalam Rakornas Kadin di Jakarta dikutip Kamis (30/4).

"UEA kita ajak kerja sama ternyata dia mau. Nah setelah membuat CEPA selesai dengan UAE, kemudian negara-negara Timur Tengah sekarang mulai aktif berunding dengan kita,” tambahnya.

Budi menuturkan untuk menjalin perjanjian dagang dengan suatu kawasan secara sekaligus memang susah. Sehungga, strategi yang digunakan Indonesia adalah mengajak satu per satu negara di kawasan terkait untuk menjalin perjanjian dagang.

“Nah memang membuat perjanjian dagang dengan negara Timur Tengah itu tidak mudah. Jadi kita kalau berunding dengan kawasan itu memang tidak mudah. Termasuk dengan EU aja kita butuh 10 tahun,” ujar Budi.

Budi menjelaskan sudah ada lima perjanjian dagang yang diselesaikan selain dengan UEA. Yakni EU-CEPA, Indonesia-Canada-CEPA, Eurasia-FTA, Indonesia-Peru-CEPA dan perjanjian dagang dengan Tunisia. Namun untuk Tunisia, hal itu masih menunggu penandatanganan bersama.

Pengusaha Sebut Banyak Investor Asing Mau Masuk RI

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Rabu (17/7). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Pengusaha melihat banyak investor asing yang ingin mengalihkan kantornya di Timur Tengah akibat perang. Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyebut salah satu tujuannya adalah Indonesia.

“Jadi sekarang banyak sekali investor asing datang ke Indonesia. Untuk melihat, untuk membawa uangnya. Karena sekarang kan Timur Tengah lagi kurang baik ya. Jadi banyak yang memindahkan kantornya, investasinya,” ujar Budihardjo usai Rakornas Kadin.

Untuk itu, Budihardjo menegaskan sektor usaha dalam negeri tak ingin melewatkan peluang tersebut. Ia mencontohkan saat ini sudah ada investor yang pindah dari Dubai ke beberapa negara seperti Singapura.

“Jadi Dubai itu banyak orang pindah kantor Ke Hong Kong, ke Singapura. Nah bagaimana Indonesia ini menarik mereka? Jadi menurut saya ini dengan adanya situasi perubahan ini ada peluang-peluang, jadi sekarang juga kita lihat,” kata Budihardjo.

video story embed