Mendag Sebut Stok Beras Bulog Rendah, Buwas Berani Adu Data

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan pihaknya mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Buwas menjamin BUMN klaster pangan mampu menyediakan stok mencapai batas aman cadangan beras pemerintah, yakni sebanyak 1 juta ton.
Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi sebelumnya mengungkapkan data yang berbeda. Rendahnya stok Bulog disinyalir jadi alasan ditempuhnya rencana impor yang lantas membikin gaduh.
Lutfi kala itu menyebut Bulog hanya punya cadangan beras sebanyak 500 ribu ton. Angka ini ia sebut sebagai stok terendah dalam sejarah Bulog.
Buwas kemudian merespons dengan memastikan stok Bulog akan cukup. Terlebih lagi jika sudah memasuki musim panen raya, di mana perusahaannya sudah dipercayakan buat menyerap gabah petani.
Atas dasar itu, ia berani adu data jika ada pihak yang menganggap Bulog tak mampu menyerap gabah secara maksimal.
"Yang menganggap Bulog tidak mampu melakukan penyerapan itu apa indikatornya? Mari bicara pakai data dan menggunakan pola berpikir system thinking, bukan fatalistis. Jadi melihat suatu persoalan harus secara menyeluruh, jangan jumping conclusion," ujar Buwas dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (29/3).
Mantan Kabareskrim itu kemudian membeberkan data penyerapan gabah Bulog. Menurutnya, serapan harian tahun ini mencapai rata-rata 10 ribu ton. Ini ia perkirakan masih akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.
Hingga tanggal 26 Maret kemarin, Bulog sudah menyerap lebih dari 180 ribu ton atau setara beras produksi dalam negeri dari seluruh Indonesia. Penyerapan gabah ini dilakukan setelah melakukan pemantauan musim panen raya selama nyaris sebulan penuh.
"Per hari ini stok beras Bulog sudah tembus satu juta ton," ujar Buwas memimpin rapat koordinasi Perum Bulog pada hari Minggu (28/3).
