Mendag Zulhas Minta RI Belajar dari Korsel Agar Jadi Negara Maju 2045

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia harus belajar dari Korea Selatan untuk menjadi negara maju pada tahun 2045. Pasalnya, Indonesia dan Korea Selatan di tahun 1970-an memiliki kondisi perekonomian yang sama.
"Kalau kita lihat sejarah pada tahun 70-an Indonesia dan Korea sama saja," ujar Mendag Zulhas dalam Business Forum & B2B Meeting antara Indonesia dengan Korea Selatan di Menara BNI, pada hari ini, Kamis (20/10).
Ia bercerita, pada 1984 dirinya sudah berkunjung ke Kota Busan. Zulhas juga mengaku sudah mulai melakukan perdagangan dengan Korea Selatan dari 1984 hingga 1997.
"Teman saya banyak di sana, perkembangan mereka cepat sekali. Maju sekali," kata dia.
Ia juga melihat Korea Selatan berkembang begitu pesat hingga mampu menjadi negara maju. "Dulu pertama Jepang, lalu disusul Korea, tidak lama Taiwan, tidak lama Tiongkok," ungkapnya.
Kemudian, Zulhas membandingkan dengan kondisi Indonesia yang sudah tertinggal jauh. Untuk itu, Ia meminta agar Indonesia dapat meniru Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok.
"Kalau kita Indonesia ingin menjadi negara maju tahun 2045 tidak ada pilihan, kita harus meniru Jepang Korea, Taiwan dan Tiongkok menyerbu go international," harap Zulhas.
Perbandingan Perdagangan Indonesia-Korea Selatan
Zulhas membeberkan sejumlah perbedaan antara Indonesia dengan Korea Selatan. Ia menilai, Korea Selatan membuat produk ekspor untuk dijual ke luar negaranya.
Sementara Indonesia pada zaman orde baru melakukan substitusi produk lokal. "Jadi kalau kita tidak bisa, kita impor barang, dari impor itu ada substitusi produk lokal. Itu repotnya," jelasnya.
Di sisi lain, Indonesia pernah mengimpor mobil melalui PT Timor Putra Nasional (TPN) umumnya dikenal sebagai Timor. Adapun produsen mobil Indonesia ini beroperasi antara tahun 1996 dan 2000 yang didirikan oleh pengusaha Tommy Soeharto.
"Kita pernah impor Timor mobil yang produk lokal cuma mereknya saja Timor itu," tambah dia.
Ia berterima kasih kepada BNI yang sudah mempertemukan UMKM di bawah naungan BNI Xpora dengan pembeli dari Korea Selatan. Sebab, UMKM Indonesia dapat menyerbu pasar internasional, seperti Korea Selatan dan Jepang.
Zulkifli berharap Indonesia dapat menyentuh pasar nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa Timur hingga Amerika. "Kami percaya Korea Selatan sebagai sahabat sejati Indonesia. Kita bisa mengembangkan kerja sama lebih banyak lagi, lebih besar lagi dan lebih jauh lagi untuk kemajuan kedua negara," pungkas Zulhas.
