Kumparan Logo

Mendagri Tegaskan Inflasi RI April 2026 Terkendali, Sebut Negara Lain Berat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatgas PRR Tito Karnavian. Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Kasatgas PRR Tito Karnavian. Foto: Kemendagri RI

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan inflasi Indonesia per April 2026 masih terkendali. Ia membandingkan inflasi Indonesia dengan beberapa negara seperti Venezuela sampai Iran.

Tito inflasi Indonesia per April secara year on year (yoy) ada pada level 2,42 persen sementara untuk bulan ke bulan (mtm) ada pada level 0,13 persen.

“Dengan angka ini kita melihat bahwa di tingkat internasional kita juga termasuk terkendali baik. Ada negara yang sudah mencapai 612 persen (secara yoy) Venezuela yang kemarin presidennya ditangkap dan dibawa ke Amerika. Sudah terjadi hiperinflasi 612 persen. Bayangkan semua harga barang dan jasa naik 6 kali lipat,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Inflasi, Senin (18/5).

Tito mengatakan negara yang juga mengalami hiperinflasi adalah Sudan Selatan. Berdasarkan data yang dipaparkan, Sudan memiliki tingkat inflasi per April 113 persen secara yoy.

“Yang artinya semua kenaikan barang-barang jasa sudah sangat berpengaruh di masyarakat. Kemudian mata uang lokal sudah tidak dipercaya dan terjadi dolarisasi. Kembali mengandalkan mata uang dolar internasional sistem perbankan sudah tidak dipercaya lagi. Itu kalau di atas 100 persen,” ujar Tito.

Selain itu, Tito mencontohkan beberapa negara yang memiliki tingkat inflasi per April secara yoy dalam rentang 30 persen sampai 50 persen. Negara-negara tersebut adalah Iran dengan 50 persen secara yoy, Argentina 32,4 persen secara yoy, dan Turki dengan 32,37 persen secara yoy.

"Seperti yang terjadi di Iran, Afghanistan, Turki. Ini berat sudah sangat berpengaruh di masyarakat. Sendi-sendi ekonomi sudah guncang. Kita diangkat 2,42 persen di bawah 10 persen. Jadi ini inflasi yang terkendali,” tegas Tito.

Sebelumnya, BPS mencatat inflasi Indonesia per April memang melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,41 persen (mtm) dan 3,48 persen (yoy).

Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada bulan April ini berasal dari kelompok transportasi dengan inflasi 0,99 persen dan andil inflasi 0,12 persen. Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,69 persen, dengan andil inflasi 0,13 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin (SKM).

Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,88 persen, dengan andil deflasi 0,15 persen. Komoditas penyumbang adalah daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras dan cabai merah.

video story embed