Kumparan Logo

Mendes Sebut Bank Dunia Bakal Kucurkan USD 800 Juta untuk Program Desa Mandiri

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) akan mendapatkan dukungan pendanaan USD 800 juta atau sekitar Rp 13,2 triliun (kurs dolar Rp 16.583) dari Bank Dunia.

Komitmen pendanaan dari Bank Dunia tersebut disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. Menurut dia, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan kelas 15 ribu desa maju menjadi desa mandiri.

Yandri mengungkapkan 15 ribu desa tersebut akan mendapatkan alokasi dana masing-masing senilai Rp 550 juta. Dana tersebut akan menyasar desa-desa yang ingin digeser dari desa maju menjadi desa mandiri.

“Jadi desa maju sekarang itu ada 23 ribu, nah itu kita mau geser 15 ribu-nya menjadi desa mandiri,” kata Yandri setelah bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy di Gedung Bappenas, dikutip dari Antara, Senin (6/10).

Kantor Pusat Bank Dunia (World Bank). Foto: Reuters

Yandri menjelaskan, kerja sama dengan Bank Dunia dilakukan karena dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas. Menurut dia, Bank Dunia telah menyatakan kesiapannya memberikan dukungan, dan saat ini Kemendes tengah menyiapkan langkah teknis bersama Bappenas.

Salah satu persiapan teknis yang telah dilaksanakan yaitu pendampingan dari Bappenas melalui pertemuan Senin ini. Berdasarkan hasil pertemuan, pemerintah optimistis kerja sama Kemendes PDT dengan Bank Dunia akan berjalan per awal tahun 2026 dengan jangka waktu lima tahun.

Dia menjelaskan bahwa pendanaan itu akan dialokasikan untuk mendukung beberapa program unggulan Kemendes PDT, seperti swasembada pangan hingga ekonomi hijau.

“Program ini juga akan mendukung inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi desa-desa tematik, pusat produksi pangan, dan koperasi desa akan bergerak bersama memperkuat ekonomi desa,” ucap Yandri.

Reporter: Nur Pangesti

instagram embed