Mendua Uni Eropa di Sawit RI, Diskriminasi tapi Rutin Suntik Investasi
ยทwaktu baca 2 menit

Komoditas sawit Indonesia jadi bulan-bulanan kampanye negatif Uni Eropa. Mulai dari undang-undang Uni Eropa tentang deforestasi (EU-DR) sampai tudingan Indonesia menghindari bea masuk ke kawasan Uni Eropa dengan menggunakan jalur pemasaran biodiesel melalui China.
Meski begitu, negara-negara Uni Eropa rutin berinvestasi di Indonesia di sektor perkebunan sawit.
"Data BKPM tahun 2022, investasi terbesar pada tanaman pangan perkebunan dan peternakan, ini enggak ada breakdown khusus sawitnya. Saya yakin dalam investasi Tanaman Pangan Perkebunan dan Peternakan (TPPP) terbesar di sawit," kata Peneliti LPEM FEB UI, Eugenia Mardanugraha saat workshop wartawan GAPKI di Green Forest Bandung, Rabu (23/8).
Dari data yang diapaparkan, negara Uni Eropa yang paling besar investasi di sektor TPPP di Indonesia adalah Belgia, dengan nilai USD 41,8 juta atau 57 persen dari total investasinya di Indonesia mencapai USD 73,1 juta.
Negara kedua adalah Austria dengan total investasi di sektor TPPP USD 8,1 juta atau 12 persen dari total investasi di Indonesia. Disusul Luxemburg dengan nilai USD 7 juta atau 10 persen dari keseluruhan investasinya di Indonesia, kemudian Belanda sebesar USD 2,9 juta atau 0,2 persen dari keseluruhan investasi. Terakhir adalah Slovenia dengan nilai USD 1,5 juta atau 42 persen dari keseluruhan investasi.
Melihat sikap Uni Eropa yang terus menggaungkan kampanye negatif terhadap sawit Indonesia, Eugenia menilai ada siasat yang dilakukan oleh Uni Eropa.
"Mungkin negara Uni Eropa yang 27 negara itu bagi tugas. Kalau Belanda menguasai pasarnya saja, tapi yang bertugas investasi di kebun sawit Indonesia itu Slovenia," katanya.
Harga acuan sawit internasional saat ini salah satunya mengacu pada harga Rotterdam, padahal Belanda bukan menjadi negara produsen sawit. Hal ini yang ditengarai memang Belanda tidak berinvestasi besar di sektor kebun sawit langsung, namun mereka punya perdagangan yang kuat sehingga mampu menentukan harga sawit dunia.
"Mereka juga mungkin dalam melancarkan regulasi UE-DR dan segala macam, itu mereka sendiri sebetulnya sudah bagi-bagi tugas," pungkasnya.
