Kumparan Logo

Menengok Pabrik Gitar di Bandung yang Sukses Tembus Pasar Amerika hingga Eropa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Genta Trikarya, Agung Nasution. Foto: Galang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Genta Trikarya, Agung Nasution. Foto: Galang/kumparan

Siapa yang sangka, industri gitar di Indonesia ternyata diidamkan oleh berbagai negara, mulai dari kawasan Asia hingga Eropa. Industri kecil menengah asal Bandung, PT Genta Trikarya (Genta), mulai memperkenalkan produknya pada tahun 1998.

Direktur Utama Genta, Agung Nasution, menceritakan awal mula usahanya bisa masuk pasar global, meskipun saat itu kondisi ekonomi sedang sulit akibat krisis keuangan yang melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Waktu itu sulit memasarkan produk di dalam negeri, kita cari peluang untuk bisa menjual produk kita di pasar luar negeri untuk ekspor, karena saat itu rupiah sedang melemah. Kita diuntungkan oleh selisih uang karena keuntungan yang berhasil kita dapatkan saat ekspor,” ujar Agung kepada wartawan di pabriknya, Bandung, Rabu (10/8).

Pada tahun 2018 lewat program dari Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) yakni, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM), Agung mulai meningkatkan produksi. Ia pun makin mantap memperkenalkan produk gitar buatannya ke sejumlah negara Asia seperti China dan Taiwan, bahkan hingga ke Amerika, Inggris, Jerman, dan Belanda.

Direktur Utama PT Genta Trikarya, Agung Nasution. Foto: Galang/kumparan

Menurut Agung, berkat program KITE IKM dari DJBC, harga jual produk mereka lebih kompetitif. Sebab, dalam program tersebut pemerintah membeaskan UMKM dari bea keluar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Bea keluar itu 5 sampai 10 persen, jadi kita tentu sangat terbantu. Selain itu, pengurusan barang masuk juga lebih dipersingkat, sehingga barang masuknya lebih cepat dan pengerjaannya tidak terhambat, apalagi pembeli kita juga senang mendapatkan harga yang lebih baik,” jelasnya

Harga gitar yang dijual Genta mulai dari Rp 3 juta hingga 5 juta. Ekspor yang dilakukannya dapat mencapai 300 pcs. “Setahun kita bisa produksi 8.000 pcs, berarti sebulan bisa sekitar 700 pcs,” sambungnya.

Sebelumnya, Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Untung Basuki menyampaikan bahwa kinerja ekspor Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) meningkat hingga 23,89 persen secara year on year (yoy).

Tidak hanya ekspor, Untung juga menyebutkan kinerja impor KB-KITE juga ikut mengalami peningkatan sampai 4,54 persen (yoy).

“Kinerja Ekspor dan Impor KB-KITE meningkat, untuk ekspor tahun ini meningkat 23,89 persen dibanding Juli 2021, kemudian impor juga meningkat juga meningkat 4,54 secara year on year,” ujar Untung di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/8).

Selain itu, Untung juga menjelaskan KB-KITE tahun 2022 ini pun ikut berkontribusi besar terhadap ekspor nasional senilai 36,27 persen (yoy).

Menurutnya peningkatan jumlah ekspor dan impor ini adalah wujud kerja keras pemerintah untuk membina UMKM agar naik kelas dan dapat bersaing di pasar global.