Kumparan Logo

Mengenal ARCI, Perusahaan Tambang Peter Sondakh yang Diendorse Yusuf Mansur

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yusuf Mansur Foto: Instagram/@yusufmansurnew
zoom-in-whitePerbesar
Yusuf Mansur Foto: Instagram/@yusufmansurnew

Ustaz Yusuf Mansur yang terkenal dengan Mansurmology di dunia saham, baru-baru ini merekomendasikan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI).

Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Yusuf Mansur memperlihatkan dirinya sedang mengunjungi tambang emas ARCI di Likupang, Sulawesi Utara. Ia menyebut ARCI menyetor pajak dan royalti ke negara hingga Rp 12 triliun dalam 3 tahun terakhir, mendukung pembangunan nasional dan daerah, serta membuka lapangan kerja untuk 2 ribu orang.

"Ini salah 1 pit-nya tambang emas ARCI. Serius banget ini perusahaan. Seneng. Perusahaan Indonesia. Emasnya emas merah putih jadinya. Ikut-ikut investasi di perusahaan model ARCI gini, jangan sepukul dua pukul. Investasi lah sifatnya. Dukung pembangunan negara juga, dan daerah. Dari ARCI, di 3 tahun trakhir ini aja, sumbangsihnya Rp 12 triliun kurang lebihnya. Ini terdiri dari royalti, PBB, pajak-pajak," ujar Yusuf Mansur seperti dikutip kumparan pada Senin (1/11).

Menurut Yusuf Mansur, ARCI bisa menjadi perusahaan tambang kelas dunia. "Bangga membersamai kode saham ARCI. Potensi jadi perusahaan berkelas dunia banget di dunia tambang emas," katanya.

Profil ARCI

Dikutip dari laman resminya, ARCI mengaku sebagai salah satu penghasil murni emas (pure-play gold producer) terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Kantor pusatnya di Menara Rajawali, Lantai 19, Jalan DR Ide Anak Agung Gde Agung Lot #5.1, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

ARCI memiliki tambang emas Toka Tindung yang berlokasi sekitar 35 km Timur Laut dari Manado, Sulawesi Utara, melalui anak usaha yang dimiliki sepenuhnya yaitu PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Dari tambang tersebut, ARCI telah memproduksi ekitar 1,9 juta ons emas sampai dengan tahun 2020, didukung oleh Pabrik Pengolahan dengan kapasitas sebesar 3,6 juta ton per tahun.

Berdasarkan data RTI, pemegang saham mayoritas ARCI adalah PT Rajawali Corpora (85 persen). Rajawali Corp adalah perusahaan yang didirikan oleh Peter Sondakh, orang terkaya ke-18 di Indonesia versi Forbes pada 2020. Sosok yang dekat dengan Keluarga Cendana ini tercatat memiliki kekayaan sebesar USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,3 triliun (kurs dolar Rp 14.200).

Ilustrasi investasi emas. Foto: Shutter Stock

Di jajaran manajemen, ARCI dipimpin oleh Kenneth Ronald Kennedy Crichton sebagai Direktur Utama. Ken Crichton juga tercatat sebagai Managing Director-Mining di Rajawali Corpora. Sementara Managing Director-Legal Rajawali Corpora, Rizki Indrakusuma, duduk sebagai Komisaris Utama ARCI. Komisaris ARCI lainnya, Abed Nego dan Ali Abbas Badre Alam, juga merupakan direktur di Rajawali Corpora.

Kinerja Keuangan ARCI

ARCI mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan pada kuartal III 2021. Berdasarkan laporan keuangannya, laba bersih ARCI hingga September 2021 sebesar Rp USD 57,29 juta atau Rp 813,51 miliar. Capaian itu turun 31,67 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan turun 14 persen menjadi USD 236,51 di periode ini. Hal itu terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas.

"Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah menjadi 127,6 kilo ons, meskipun harga rata-rata penjualan emas stabil," kata Direktur Utama ARCI, Ken Crichton, dalam keterangan resmi yang diterima kumparan.

EBITDA ARCI tercatat sebesar USD 123,8 juta alias turun 26 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. "Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan total biaya penambangan akibat dari kenaikan sementara rasio pengupasan tanah (stripping ratio) akibat dari pembukaan Pit Araren tahap 5," ujar Ken.

Ilustrasi Tambang. Foto: Shutter Stock

Dari sisi eksplorasi untuk menemukan cadangan emas baru, aktivitas pengeboran yang terus berlanjut di Bima-Arjuna menghasilkan potongan-potongan berkadar tinggi, namun membutuhkan pengeboran lebih lanjut pada tahun mendatang.

Tim ekplorasi ARCI juga telah melakukan ekplorasi Greenfield tahap pertama di dalam area-area yang memiliki prospek tinggi di Koridor Barat, yang berpotensi akan menambah cadangan emas ARCI pada tahun-tahun mendatang.

“Menjelang akhir tahun 2021, kami telah menyelesaikan pekerjaan pengembangan kami di Pit Araren, di mana tahap 5 telah memasuki produksi. Dengan kapasitas pabrik pengolahan yang telah dikembangkan serta peningkatan kapasitas armada pertambangan yang lebih besar, kami berkeyakinan untuk dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang,” tutupnya.

embed from external kumparan