Kumparan Logo

Mengenal Benih Padi Tahan Kekeringan yang Disiapkan Kementan Hadapi El Nino

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran saat sidak di Karawang, Senin (31/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran saat sidak di Karawang, Senin (31/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ancaman El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk di sentra pertanian. Keterbatasan air membuat pemilihan varietas padi menjadi hal penting untuk menjaga produksi pangan.

Salah satu langkah yang disiapkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah menyiapkan Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki sifat toleran terhadap kondisi kekurangan air atau benih tahan kekeringan.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan varietas dengan umur panen yang lebih pendek atau genjah. Varietas-varietas tersebut disiapkan melalui Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan khusus untuk menghadapi musim kemarau.

Padi Gogo

Salah satu kelompok varietas yang dapat digunakan untuk menghadapi kondisi kekurangan air adalah padi gogo. Padi itu dinilai cocok untuk lahan kering atau minim pasokan air.

Berdasarkan data Kementan, varietas yang direkomendasikan untuk kategori Padi Gogo meliputi lini Inpago seperti Inpago 4, 5, 8, 8 Agritan, 9, 10, 11 Agritan, 12 Agritan, 13 Agritan, hingga Inpago 13 Fortiz. Selain itu, terdapat pula varietas lokal teruji seperti Situ Bagendit dan Situ Patenggang.

Padi Sawah dan Tadah Hujan

Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Untuk kategori Padi Sawah dan Lahan Tadah Hujan, terdapat deretan varietas unggul seperti Inpari 32, Inpari 38/Simpati 38 Tadah Hujan Agritan, Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 40 Agritan, dan Inpari 41 Tadah Hujan Agritan.

Kementan juga menyiapkan varietas tahan kering berteknologi Green Super Rice (GSR) seperti Inpari 42 Agritan GSR, Inpari 43 Agritan GSR, dan Inpari 46 GSR Tadah Hujan, serta varietas pendukung lainnya seperti Cisaat dan varietas lokal sejenis.

Kementan juga menyiapkan kelompok Padi Umur Super Genjah agar petani dapat segera memanen hasil sebelum pasokan air semakin terbatas. Varietas unggulan di kelompok ini di antaranya adalah Cakrabuana Agritan dan Padjadjaran Agritan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyebutkan Kementan saat ini sudah menyiapkan sederet strategi untuk menghadapi El Nino tahun ini. Salah satunya benih yang tahan kekeringan.

“Kita sudah persiapan (menghadapi El Nino) jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih seperti ini (dengan PM AAS). Kemudian benih yang benih yang tahan kekeringan,” kata Amran di lahan pertanian di Desa Ciasem, Subang, Jawa Barat, Kamis (2/9).

Menurut Amran, langkah-langkah menghadapi El Nino yang disiapkan Kementan tersebut telah berdasarkan pengalaman menghadapi kondisi iklim sebelumnya. Dia optimistis produksi pangan tetap dapat dijaga meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino.

Dia juga memastikan posisi produksi Januari-Oktober diproyeksikan menyentuh angka 31 juta ton. Menurut dia angka tersebut belum ditambah dengan produksi dua bulan terakhir 2026, yang diproyeksi masing-masing 1,5 juta ton.

“Sekarang posisinya sudah 30 juta ton lebih ya, sudah 31 juta ton. Kalau bulan depan anggaplah jelek-jeleknya 1,5-1,5 kembali 34 (juta ton),” tutur Amran.