Bisnis
·
23 September 2020 16:51

Mengenal Tananegeri, Proyek Pengoptimalan Lahan Pertanian Memakai Teknologi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengenal Tananegeri, Proyek Pengoptimalan Lahan Pertanian Memakai Teknologi (257642)
Ilustrasi pertanian. Foto: Prima Gerhard/kumparan
Gaya hidup masyarakat yang semakin berkembang membuat banyak inovasi yang hadir untuk meningkatkan kualitas hidup melalui teknologi. Salah satu inovasi itu hadir dari Tananegeri Project.
ADVERTISEMENT
Tananegeri Project merupakan pengembangan kawasan urban dengan prinsip berkelanjutan yang mengoptimalkan hasil alam setiap daerah. Proyek ini menghubungkan antara kebutuhan stakeholder dengan komunitas sekitar.
“Program core utama kita lebih edukasi bagaimana development bukan hanya perumahan tapi bisa agriculture atau aquaculture. Boleh dibilang kawasan tertata cukup bagus akan jadi destinasi pariwisata,” kata Project Manager Tananegeri Project Hendyanto Lim kepada kumparan, Rabu (23/9).
Hendyanto menuturkan salah satu program yang menjadi prioritas dari project ini adalah digital farming atau bertani di era digital. Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dalam negeri melalui sistem pertanian berbasis teknologi.
Sebab, Hendyanto melihat ada peluang besar yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan hasil alam dari setiap daerah. Ia menambahkan sistem pertanian digital akan terintegrasi dengan pengembangan aplikasi, sehingga proyek dapat terukur dalam perjalanannya.
ADVERTISEMENT
“Menciptakan lapangan kerja baru, jadi petani milenial mereka yakin mereka akan masuk ramai-ramai dengan memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga lahan itu memberikan masukan jauh lebih besar dengan valuable tanah agriculture dan aquaculture,” terangnya.
Mengenal Tananegeri, Proyek Pengoptimalan Lahan Pertanian Memakai Teknologi (257643)
Petani memasang jaring pengahalau burung pemakan padi di lahan pertanian Jati, Kudus, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Berdasarkan catatannya, beberapa program pertanian di era digital antara lain edukasi teknologi dan ilmu pertanian, green house, keramba air tawar, peternakan kambing dan sapi, perkebunan dan sawah, packaging sayur dan buah lokal hingga produksi buah menjadi produk makanan.
“Ini akan kami sosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat sehingga kita bisa melihat potensi yang sangat baik dari setiap daerah,” imbuhnya.
Pria dengan latar belakang Arsitektur ini menyebut, beberapa program telah berjalan. Seperti project Tananegeri yaitu Nara Kupu Village (NKV). Lahan Nara Kupu Village (NKV) berada di atas lahan sekitar 3 hektar (ha) di wilayah Sawangan, Depok, Jawa Barat, berada di Jl Garuda 4, desa Kekupu, kelurahan Pasir Putih, kecamatan Sawangan, kotamadya Depok, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
NKV ini menjadi salah satu proyek berbasis lingkungan, dengan memperhatikan ekonomi berkelanjutan dan upaya pemberdayaan sosial warga sekitar, sehingga terjadi ekosistem sosial ekonomi NKV dan sekitarnya.
Konsep pengelolaan Tananegeri Project, diarahkan untuk mempertahankan kelangsungan ekonomi berbasis UMKM, pengembangan komunitas masyarakat sekitar dengan melaksanakan beberapa program.
“Selain tanaman sayur mayur, buah-buahan untuk kebutuhan kota Jakarta, juga dikembangkan peternakan ayam dan budidaya ikan untuk menopang kebutuhan pangan di Jakarta,” urainya.
Mengenal Tananegeri, Proyek Pengoptimalan Lahan Pertanian Memakai Teknologi (257644)
Webinar Digital Farming, kerja sama kumparan dan Bank BN.I Foto: kumparan
Ia mengungkapkan beberapa tantangan dalam mengembangkan Tananegeri Project ialah sosialisasi yang belum merata kepada masyarakat, kurangnya informasi mengenai digital farming. Selain itu, ia mengatakan salah satu hal yang paling penting dalam pengembangannya adalah menganalisa kekuatan dan kelemahan di setiap daerah.
“butuh keterlibatan stakeholder masing masing terus kemudian komunitas lokal, local government kemudian tananegeri ini tapi kita mendampingi private kita bagaimana komunitas survive,” tutup Hendyanto.
ADVERTISEMENT
*****
Untuk mengetahui lebih jauh kiprah Tananegeri Project dalam digital farming serta upaya mengatasi krisis pangan, Kamu bisa ikut Webinar bertema 'Bertani di Era Digital' yang akan dilaksanakan kumparan pada Senin, 28 September 2020 pukul 10.00 WIB. Kamu bisa daftar secara gratis dengan mengisi formulir berikut ini: