Kumparan Logo

Menghitung Penghematan Tagihan Listrik dari Panel Surya Atap

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengaku tagihan listriknya turun drastis. Hal itu terjadi karena di rumahnya sudah dipasang panel surya atap (solar PV rooftop).

Kini Jonan tengah menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) untuk mendorong penggunaan panel surya di atap-atap rumah dan gedung.

Sebenarnya berapa modal yang harus dikeluarkan dan berapa penghematan yang bisa diperoleh dari panel surya atap?

Ketua Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLSA), Bambang Sumaryo, menjelaskan bahwa biaya pemasangan panel surya atap dengan kapasitas 1 kilowatt peak (kWp) saat ini sekitar Rp 15 juta.

Panel surya atap berkapasitas 1 kWp dapat menghasilkan listrik selama 8 jam dari pukul 08.00 sampai 16.00. Dengan intensitas sinar matahari di Jakarta, total yang dihasilkan kurang lebih 3,5 kWh per hari atau sekitar 100 kWh per bulan.

"Biaya pemasangan panel surya atap per kWp sekitar Rp 15 juta. Rata-rata penghematan 1 kWp bisa 100 kWh per bulan," kata Bambang kepada kumparan, Rabu (8/8).

Berarti dalam sebulan, dengan perhitungan tarif listrik PLN yang saat ini Rp 1.400 kWh, tagihan listrik per bulan bisa berkurang sekitar Rp 140.000.

Di daerah-daerah lain yang sinar mataharinya lebih kuat, misalnya Nusa Tenggara Timur (NTT), listrik yang dihasilkan bisa 4 kWh sampai 4,5 kWh per hari. Maka penghematannya lebih besar lagi.