Mengintip Aktivitas Penumpang Kapal Pelni di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (14/9) tampak dipadati penumpang yang akan berangkat menggunakan Kapal KM Kelud dengan tujuan Belawan, Medan. Meski kapal baru akan berangkat pukul 24.00 WIB mendatang, namun beberapa penumpang tampak sudah menunggu di pelabuhan.
“Saya baru datang dari Jawa Tengah mau ke Belawan. Sengaja memang datang, soalnya enggak tahu mau nunggu di mana kalau di Jakarta. Jadi saya tunggu di sini aja,” kata Arief, salah satu penumpang kapal Pelni kepada kumparan di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (14/9).
Ada pula Siti, yang mengaku akan naik kapal KM Kelud dengan tujuan Karimun, Kepulauan Riau, tetapi sudah menunggu di Pelabuhan sejak pukul 10.00 WIB. Dia mengatakan karena banyaknya barang yang dibawa membuat Siti lebih memilih datang lebih pagi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Namun, saat ditanya tentang rencana aksi mogok Serikat Pekerja (SP) Pelni, beberapa penumpang tadi mengaku tidak tahu. Beberapa penumpang sempat bercerita kalau sejak tadi pagi, aktivitas di pelabuhan berjalan seperti biasanya.
“Enggak ada dari tadi aksi mogok. Saya lihat beberapa penumpang naik ke Kapal Bukit Raya, yang berangkat jam 10. Mereka aman-aman saja. Enggak terlambat atau batal keberangkatannya,” tanbah Siti.

Kalau terjadi aksi mogok dan jadwal keberangkatan terganggu, dia terpaksa harus naik angkutan pesawat terbang. Beberapa penumpang lain juga mengatakan hal yang sama.
“Yah mau enggak mau naik pesawat. Cuma itu alternatif lainnya,” tutupnya.
Sebelumnya, Serikat Pekerja Pelni dijadwalkan akan melakukan aksi mogok kerja selama satu bulan. Demo akan dilakukan mulai hari ini (14/9) hingga 14 Oktober 2018 mendatang dengan jumlah pekerja sekitar 4.000 orang. Salah satu alasan mogok massal inilah adalah meminta kenaikan gaji pokok yang Upah Minimun Provinsi (UMP).
Namun, Kementerian BUMN menyatakan para pekerja Pelni batal melakukan aksi mogok massal Jumat hari ini. Hal ini dibenarkan Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang.
“SP (Serikat Pekerja) sepakat tidak mogok dan teruskan program transformasi perusahaan,” kata Ahmad Bambang kepada kumparan.
