Kumparan Logo

Mengintip Laba Perusahaan Migas RI di Tengah Kenaikan Harga BBM

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) temukan cadangan migas baru di tiga lokasi: sumur Eksplorasi R-2 offshore Aceh bagian Barat, Bajakah-001 yang terletak di onshore Jawa Barat bagian Utara, dan Markisa-001 yang terletak di onshore Salawati Papua. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) temukan cadangan migas baru di tiga lokasi: sumur Eksplorasi R-2 offshore Aceh bagian Barat, Bajakah-001 yang terletak di onshore Jawa Barat bagian Utara, dan Markisa-001 yang terletak di onshore Salawati Papua. Foto: Pertamina

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi dan Pertamax sejak Sabtu (3/9). Dalam penjelasannya, Presiden Jokowi, menyatakan kenaikan harga BBM dilakukan karena naiknya harga minyak dunia, depresiasi nilai rupiah terhadap dolar AS, serta melonjaknya konsumsi.

"Pemerintah harus buat keputusan dalam situasi sulit. Ini pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan keputusan itu, harga BBM subsidi dan Pertamax pun naik sebagai berikut:

  • Pertalite Rp 10.000 per liter dari semula Rp 7.650 per liter

  • Solar Rp 8.600 per liter dari semula Rp 5.150 per liter

  • Pertamax Rp 14.500 per liter dari semula Rp 12.500 per liter

Petugas mengganti papan harga SPBU jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Soal naiknya harga minyak dunia yang jadi salah satu alasan menaikkan harga BBM, memang sudah terjadi sejak awal 2022. Harga minyak jenis Brent sempat ada di kisaran USD 130 per dolar, terutama setelah Rusia menyerang Ukraina.

Tapi sejak Juni 2022, trent harga minyak sebenarnya menunjukkan penurunan, hingga kini ada di kisaran USD 85 per barel. Meski demikian, harga ini jauh lebih baik dibandingkan 2021 lalu. Membaiknya harga minyak ditopang oleh pemulihan ekonomi setelah dua tahun sebelumnya dihantam pandemi COVID-19.

Tren harga minyak dunia jenis WTI setahun terakhir. Sejak Juni 2022 menunjukkan penurunan harga. Data: Trading Economics

Hal ini membuat perusahaan-perusahaan migas termasuk di Indonesia, meraup laba besar. Berikut laba sebagian perusahaan migas yang dihimpun kumparan:

Medco Energi Milik Kel. Panigoro

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meraup laba bersih sebesar USD 270 juta, setara dengan Rp 4,02 triliun (kurs Rp 14.900) di semester I 2022. Laba perusahaan migas milik keluarga Arifin Panigoro itu, meroket 480 persen secara tahunan (yoy).

CEO Medco Energi, Roberto Lorato, mengatakan meningkatnya laba bersih tersebut sebagai dampak dari peningkatan volume minyak, gas dan tembaga yang lebih tinggi, serta harga komoditas yang membaik.

Rukun Raharja Milik Suami Puan Maharani

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di sepanjang semester I 2022 meraup laba bersih USD 3,37 juta atau setara Rp 50,3 miliar (kurs Rp 14.900). Perolehan laba itu melesat 342,2 persen dibandingkan periode yang sama sebesar USD 764.197.

Emiten dengan kode saham RAJA ini, dikendalikan oleh suami Puan Maharani, Hapsoro yang menguasai 28,51 persen saham. Di bisnis migas, Rukun Raharja masuk ke bisnis utilitas dan infrastruktur, perdagangan gas, pembangkit listrik, serta layanan pendukung bisnis minyak dan gas. Terbaru, RAJA baru saja baru saja mengoperasikan pipa minyak Rokan di Riau dengan klien Pertamina Hulu Rokan dan Pertamina Gas (Pertagas).

Energi Mega Persada Milik Keluarga Bakrie

Kilang gas (gas plant) milik Kangean Energy Indonesia Ltd di Pulau Pagerungan Besar. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan.

Emiten berkode ENRG ini merupakan perusahaan migas milik Keluarga Bakrie. Pada paruh pertama 2022, Energi Mega Persada mencatat laba bersih USD 25,83 juta. Laba bersih yang setara Rp 385,5 miliar itu melesat 101 persen dari periode sama tahun lalu yang USD 12,85 juta.

Energi Mega Persada utamanya mengelola blok-blok migas dengan produksi gas yang besar. Seperti Kangean, Bentu PSC, Malacca Strait PSC, dan Sangatta II CBM PSC. Dirut ENRG, Syailendra S. Bakrie, mengungkapkan lonjakan laba perusahaan diperoleh dari peningkatan produksi gas.

Elnusa Anak Usaha Pertamina

Elnusa merupakan perusahaan migas yang bergerak di sektor kontrak pengeboran dan persewaan perlengkapan migas. Anak usaha Pertamina ini pada kuartal I 2022 mencatat laba kotor senilai Rp 200 miliar. Perolehan itu meroket 67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan laba bersih emiten berkode saham ELSA itu meraih laba bersih Rp 75 miliar. Sedangkan di sepanjang 2022, perusahaan menargetkan pendapatan kisaran Rp 8 triliun, serta laba bersih di kisaran Rp 200 miliar pada 2022.