Mengkaji Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XV

Pemerintah masih memerlukan waktu lebih lama lagi untuk mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid XV, yang fokus untuk membenahi tata niaga dan memperkuat logistik di Indonesia.
Deputi Menko Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady mengatakan, sulit jika paket kebijakan ekonomi XV dikeluarkan dalam waktu dekat. Sebab, beberapa kebijakan perlu di-review secara mendalam.
"Agak sulit paket ini disiapkan khusus untuk siap semua. Enggak bisa saya siapkan dalam waktu cepat, ngaco nanti kebijakannya," ujar Edy di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (21/3).
Lebih lanjut Edy mengatakan, dalam paket kebijakan ekonomi XV nantinya akan fokus pada tiga hal. Pertama, memberikan pasar bagi perusahaan pelayaran; kedua, penyimpanan barang gudang secara online; dan ketiga, sistem Indonesia National Single Window (INSW) akan diperbarui dan dibuat lebih mandiri.
"INSW akan portalkan regulasi, ada peraturan yang saling bentrok, dalam lima tahun terakhir ke belakang, ada nilai ekspor yang enggak tercatat 8,6 miliar juta dolar AS per tahun, 32 komoditas sumber daya alam," jelasnya
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, paket kebijakan ekonomi XV akan mengombinasikan sistem Indonesia National Single Window (INSW) dan pengurangan waktu tunggu bongkar muat kapal di pelabuhan (dwelling time) dalam rangka membenahi logistik Tanah Air.
Menurutnya, paket kebijakan yang mengarah pada perbaikan logistik atau arus barang di Indonesia sangat penting. Sebab, Darmin bilang, kemampuan logistik di Tanah Air sangat jauh tertinggal dengan negara lain.
