Kumparan Logo

Menguji Janji Kemendag Turunkan Harga Minyak Goreng hingga Telur di Tahun Baru

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang menyortir telur ayam ras untuk pembeli. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang menyortir telur ayam ras untuk pembeli. Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Sejumlah harga bahan pokok sejak akhir tahun 2021 terpantau mengalami lonjakan yang signifikan. Berdasarkan catatan kumparan, setidaknya terdapat empat komoditi yang melonjak signifikan pada akhir tahun 2021 lalu.

Pertama adalah telur ayam yang mengalami lonjakan harga sebesar 30 persen. Sampai Desember lalu, harga telur ayam dibanderol dengan harga Rp 31.000 per kg, naik 30 persen dari harga normalnya yang berkisar Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kg.

Kedua adalah daging ayam negeri dan daging ayam kampung. Sampai Desember lalu, harga daging ayam negeri mencapai Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per ekor, sementara daging ayam kampung dibanderol dengan harga Rp 60.000 per ekor. Sebelumnya, harga daging ayam hanya berkisar Rp 20.000 sampai Rp 40.000 per ekor.

Ketiga adalah minyak goreng. Sampai Desember lalu, minyak goreng curah ditemui dengan harga Rp 20.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan dua liter dibanderol dengan harga Rp 38.000 sampai Rp 40.000. Harga tersebut jauh lebih mahal dari Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yakni Rp 11.000 per liter.

Keempat yakni cabai rawit merah. Sampai Desember lalu harga cabai rawit merah rata-rata nasional dibanderol dengan harga Rp 86.500 per kg, naik dua kali lipat dibanding satu bulan sebelumnya yang hanya Rp 37.450 per kg. Bahkan, di DKI Jakarta harga tertinggi cabai rawit merah sampai Desember 2021 tembus hingga 125.000 per kg.

Kemendag Janji Setelah Tahun Baru 2022 Minyak Goreng dan Telur Turun Harga

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berjanji harga sejumlah bahan pokok yang dikeluhkan mahal oleh masyarakat akan turun. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengatakan, harga minyak goreng dan telur ayam akan turun setelah Tahun Baru 2022

“Untuk telur dan minyak goreng akan terkoreksi menurun setelah tahun baru,” kata Oke seperti dilansir Antara, Jumat (31/12).

Oke Nurwan (kiri). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Adapun untuk cabai, Oke menyampaikan harga cabai diprediksi akan kembali normal pada bulan Februari 2022. Hal itu karena musim panen cabai terjadi pada bulan tersebut.

Menguji Realisasi Janji Kemendag

kumparan hari ini, Senin (3/1) mencoba menelusuri harga bahan pokok baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Dimulai dari pasar tradisional yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tiba sekitar pukul 08.30 WIB, kumparan berbincang dengan Karimudin, salah satu pedagang sembako di Pasar Minggu. Karimudin mengaku harga minyak goreng saat ini belum ada tanda-tanda akan turun. Justru dirinya mengeluh karena sekarang semakin susah mendapat pasokan minyak goreng curah yang ia jual dengan harga Rp 21.000 per kg.

“Minyak goreng sudah enggak ada barang, dulu pasokan saya 7 kaleng, sekarang jadi 2 kaleng,” ujar Karimudin saat berbincang dengan kumparan, Senin (3/1).

Karimudin juga mengatakan harga telur ayam saat ini memang turun, dari Rp 33.000 per kg jadi Rp 30.000 per kg. Namun, Karimudin menjelaskan jika harga telur ayam ini fluktuafif, jadi kemungkinan bisa naik kapan saja.

kumparan juga sempat berbincang dengan Tutut, salah satu pedagang sayuran di Pasar Minggu. Dia membenarkan memang terjadi penurunan harga setelah tahun baru 2022, namun untuk komoditas cabai merah kriting saja.

“Cabai merah kriting turun, pas tahun baru kemarin cabai merah kriting harganya Rp 35 ribu per kg, sekarang jadi Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kg,” ujar Tutut.

Cabai rawit merah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tapi, Tutut mengatakan untuk cabai rawit merah harganya justru naik. Dia mengatakan cabai rawit merah sempat turun dua hari berturut-turut setelah hari natal. Namun setelah itu naik terus hingga saat ini menjadi Rp 110 ribu per kg.

“Kalau cabai yang lain nggak banyak berubah, cabai merah besar Rp 50 ribu per kg, cabai hijau besar Rp 20 ribu per kg, justru yang naik malah tomat, sekarang jadi Rp 16 ribu per kg,” ujar Tutut.

Masyarakat Mengeluh Harga Tak Juga Turun

kumparan juga sempat berincang dengan Nani, warga Jakarta Selatan yang sedang membeli bahan pokok di lapak Tutut. Dalam perbincangan singkat itu, Nani mengeluh karena harga bahan pokok tidak juga turun.

“Kenaikan seperti ini jelas menambah beban. Uang belanja tetap tapi belanjaan berkurang, setiap hari jadinya ngirit,” ungkapnya.

Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Nani mengaku dirinya berbelanja bahan pokok seperti cabai, telur, dan minyak goreng setiap hari untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Kendati tidak banyak, tetap saja kenaikan bahan pokok membuatnya harus memutar otak guna bisa mengirit pengeluaran.

Selesai melihat kondisi di pasar tradisional, kumparan juga mencoba menelusuri harga bahan pokok yang dijual di pasar modern. kumparan menelusuri bahan pokok di Hypermart yang terletak di Pejaten Mall, Jakarta Selatan.

Tiba sekitar pukul 10.00 WIB, kumparan memulai dengan menyisir harga bahan pokok yang dijual di tempat tersebut. Ditemukan bahan pokok seperti minyak goreng kemasan 2 liter merk Barco dibanderol dengan harga Rp 69 ribu, merk Sunco Rp 42 ribu, dan Sovia Rp 43 ribu.

Sementara untuk kelompok cabai, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masing-masing dibanderol Rp 145.000 per kg dan Rp 93.500 per kg. Kemudian cabai merah kriting dan cabai hijau kriting masing-masing Rp 83.500 per kg dan Rp 82.500 per kg. Lalu ada telur ayam negeri curah yang dibanderol Rp 29.950 per kg.

Setelah mengamati harga bahan pokok, kumparan sempat berbincang dengan Ruiyati, salah satu pelanggan di Hypermart tersebut. Dirinya mengaku lebih memilih berbelanja di pasar modern karena lebih nyaman, kendati harganya yang lebih mahal dibanding pasar tradisional.

Ruiyati bercerita dirinya berbelanja setiap satu bulan sekali. Bahan pokok yang ia beli meliputi minyak goreng, telur, cabai, beras, bawang merah, dan bawang putih, serat bahan pokok lainnya. Namun karena harga bahan pokok yang terus naik, ia terpaksa harus menghemat belanja.

“Yang paling kerasa itu telur sama minyak goreng. Memang harganya naik, tapi kebutuhan kan tetap. Jadi mau bagaimana lagi, paling belanjanya yang dikurangi,” ungkapnya.