Kumparan Logo

Mengunjungi Gerai Pembayaran Zakat Pakai Saham Pertama di RI

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)

Pada ramadhan tahun ini, Badan Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan PT Henan Putihrai Sekuritas menyediakan layanan pembayaran zakat dengan menggunakan saham. Ada 36 gerai yang disediakan di Jabodetabek.

Dalam Dalam kerja sama ini, Baznas akan mengelola saham-saham zakat itu untuk kemudian disalurkan ke penerima zakat. Namun, ternyata minat masyarakat dengan layanan ini masih kurang. Padahal gerai yang disediakan beradai di beberapa mal dan kawasan perkantoran.

Seperti Gerai Zakat Baznas (GZB) di mal Pacific Place. Gerai yang luasnya 2 meter x 1,5 meter ini melayani pembayaran zakat untuk Idul Fitri, beroperasi sejak 16 Mei dan tutup pada 14 Juni 2018. Setiap harinya gerai ini beroperasi dari pukul 08.00 pagi - 17.00 sore.

Saat kumparan berkunjung ke sana pada Senin kemarin, di gerai tersebut para pembayar zakat akan mendapatkan informasi terkait tata cara membayar sedekah dan menerima sedekah baik menggunakan saham maupun tunai. Para petugas memberikan penjelasan dengan sangat rinci.

Salah seorang relawan yang menjaga di GZB Mal Pacific Place, Nurul Ulfahaini Bachri, mengatakan para pembayar zakat biasanya berdatangan saat momen shalat berjamaah seperti pada pukul 11.30 siang (Dhuhur), sekitar 15.30 sore (Ashar), lalu pada menjelang magrib.

"Total ada 64 orang yang Muzakki (orang yang membayar zakat) mulai awal buka," kata Nurul kepada kumparan di GZB Mal Pacific Place.

Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)

Menurut Nurul, hingga Minggu, 27 Mei 2018, total dana zakat yang terkumpul digerai yang dia jaga mencapai Rp 32,65 juta. Total dana tersebut untuk semua jenis, yakni zakat fitrah, zakat mall, zakat profesi, infaq. Namun, belum ada yang membayar zakat dengan saham.

Nurul menjelaskan secara keseluruhan penerimaan Zakat fitrah menjadi penyumbang terbesar, yakni lebih dari 50%, disusul dengan lainnya seperti zakat mall (harta), zakat profesi.

"Zakat fitrah sama infaq, lebih dari 50%, kebanyakn orang-orang taunya cuman zakat fitrah, padahal kan ada banyak jenis zakat," kata Nurul.

Setelah dari Mal Pacific Place, kumparan juga mengunjungi gerai zakat di Loby Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu relawan Eko Wandoyo mengatakan selama ini orang-orang masih berlum memahami tentang zakat melalui saham sendiri oleh karenanya hingga kini orang-orang baru sebatas bertanya.

"Belum (orang yang membayar zakat melalui saham) masih tanya tanya aja, masih belum familiar," kata Eko.

Menurut dia, hingga saat ini dana yang terkumpul baru sekitar Rp 20 juta dari 10 orang yang memayar sedekah maupun infaq. "Sekitar 10 orang lah, karena mereka gajian beberapa hari lalu, sebelumnya ya masih sepi, total Rp 20 juta sampai hari ini," tambah Eko.

Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)
zoom-in-whitePerbesar
Gerai Baznas selama Ramadhan 2018 (Foto: Abdul Latif)

Gerai lainnya yang masih berada di kawasan SCBD, juga terlihat masih sepi. Salah seorang relawan yang menjaga gerai tersebut, Siti Mahfudoh, mengaku jika hingga saat ini tak banyak orang yang mendatangi gerai untuk membayar zakat atau infaq.

"Paling ramai hari jumat, hari ini cuman 4 sampai 3 orang itu juga terhitung ramai karena ini di kantor niat dari rumah kerja. Mungkin kalau di mal niat udah pasti nyisihin, setiap zakat atau infaq diatasi," jelasnya.

Menurut Siti, untuk memancing minat masyarakat, pihaknya menawarkan hadiah berupa goody bag bagi setiap donatur yang berinfaq minimal Rp 100 ribu - Rp 500 ribu untuk mendapatkan dan minimal Rp 500 ribu- Rp 1 juta untuk mendapat kalender maupun block note.

Menurut Siti, hingga saat ini total dana yang telah terkumpul di gerainya baru mencapai Rp 2,18 juta. "Hampir 80% yakni zakat fitrah," katanya.

video youtube embed