news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Menhub Akui Sulit Awasi Travel Ilegal yang Marak saat Mudik

21 Maret 2025 13:55 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (12/3/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (12/3/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui masih kesulitan untuk mengawasi travel ilegal. Layanan transportasi tak berizin itu marak beroperasi saat periode mudik Lebaran.
ADVERTISEMENT
“Kami susah juga untuk memonitor, mendeteksi (travel ilegal) itu karena mereka beroperasinya jauh ke dalam langsung ke para pengguna. Bahkan kadang-kadang dari rumah ke rumah,” kata Dudy saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/3).
Dudy meminta masyarakat yang mudik tidak menggunakan travel ilegal. Menurutnya, hal itu juga untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan ke kampung halaman.
Sejumlah kendaraan yang diamankan oleh petugas Dit Lantas Polda Metro Jaya dalam penertiban travel ilegal yang tidak memiliki ijin mengangkut penumpang keluar daerah. Foto: Twitter/@TMCPoldaMetro
“Dari aspek keselamatan, kita tidak tahu apakah (travel ilegal) memiliki kendaraan laik atau tidak. Jaminan keselamatan, risiko kecelakaan, jaminan asuransi tidak ada,” ujar Dudy.
Dudy menegaskan pencegahan kecelakaan lalu lintas menjadi langkah yang harus diperhatikan. Apalagi, mobilisasi kendaraan bermotor diprediksi padat saat periode mudik Lebaran 2025.
Dudy diperkirakan lebih dari 146 juta masyarakat Indonesia akan mudik tahun ini dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Ia mengimbau masyarakat tidak menggunakan moda transportasi ilegal.
ADVERTISEMENT
“Lalu, pengendara (travel ilegal) dalam melakukan tugasnya atau melakukan kerjanya itu tidak ada yang memonitor, sehingga berakibat risiko terjadinya kecelakaan semakin besar apabila para pemudik menggunakan angkutan-angkutan travel tersebut,” tutur Dudy.