Menhub Akui Sulit Awasi Travel Ilegal yang Marak saat Mudik
·waktu baca 1 menit

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui masih kesulitan untuk mengawasi travel ilegal. Layanan transportasi tak berizin itu marak beroperasi saat periode mudik Lebaran.
“Kami susah juga untuk memonitor, mendeteksi (travel ilegal) itu karena mereka beroperasinya jauh ke dalam langsung ke para pengguna. Bahkan kadang-kadang dari rumah ke rumah,” kata Dudy saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/3).
Dudy meminta masyarakat yang mudik tidak menggunakan travel ilegal. Menurutnya, hal itu juga untuk menjaga keselamatan dalam perjalanan ke kampung halaman.
“Dari aspek keselamatan, kita tidak tahu apakah (travel ilegal) memiliki kendaraan laik atau tidak. Jaminan keselamatan, risiko kecelakaan, jaminan asuransi tidak ada,” ujar Dudy.
Dudy menegaskan pencegahan kecelakaan lalu lintas menjadi langkah yang harus diperhatikan. Apalagi, mobilisasi kendaraan bermotor diprediksi padat saat periode mudik Lebaran 2025.
Dudy diperkirakan lebih dari 146 juta masyarakat Indonesia akan mudik tahun ini dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Ia mengimbau masyarakat tidak menggunakan moda transportasi ilegal.
“Lalu, pengendara (travel ilegal) dalam melakukan tugasnya atau melakukan kerjanya itu tidak ada yang memonitor, sehingga berakibat risiko terjadinya kecelakaan semakin besar apabila para pemudik menggunakan angkutan-angkutan travel tersebut,” tutur Dudy.
