Menhub Cek 3 Pelabuhan di Wakatobi yang Akan Diresmikan Presiden Jokowi
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk mengecek kondisi tiga pelabuhan penyeberangan dan satu unit kapal ro-ro, Rabu (8/6). Rencananya, tiga pelabuhan dan satu unit kapal tersebut akan diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis besok.
Adapun ketiga pelabuhan penyeberangan yang akan diresmikan yaitu Pelabuhan Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Sementara satu unit kapal penyeberangan yang akan diresmikan yaitu Kapal KMP Sultan Murhum II.
"Kita bangun pelabuhan ini menggunakan dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dan kita selesaikan ini dalam waktu dua tahun. Keberadaan pelabuhan ini sangat dibutuhkan untuk melancarkan konektivitas di Wakatobi dan sekitarnya," kata Menhub.
Turut hadir mendampingi Staf Utama Bidang Perhubungan Darat dan Konektivitas Budi Setiyadi, Direktur TSDP Junaidi, dan Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra Benny Nurdin Yusuf.
Saat ini, angkutan penyeberangan di Sulawesi Tenggara melayani 11 lintasan perintis (9 lintas dalam provinsi dan 2 lintas antar provinsi), serta memiliki 7 kapal penyeberangan.
Sementara di Wakatobi, penyeberangan dilayani dua kapal yaitu KMP Bahtera Mas II dan KMP Sultan Murhum II (yang akan diresmikan). Kedua kapal ini akan melayani lintas penyeberangan di Kabupaten Wakatobi dengan rute Wanci-Kaledupa-Tomia-Binongko PP.
Adapun ketiga pelabuhan penyeberangan perintis (Kaledupa, Tomia, Binongko) selesai dibangun pada tahun 2021. Memiliki panjang dermaga 82 M, kedalaman kolam -5m, kapasitas sandar 1000 GRT, tipe dermaga Dolphin, dan tipe bongkar muat plengsengan.
Sedangkan KM Sultan Murhum II merupakan kapal roro yang melayani angkutan penyeberangan perintis rute Kamaru-Kaledupa, Kaledupa-Tomia, Tomia-Binongko.
Kapal ini mulai beroperasi pada 2 Mei 2022 dengan 4 kali trip dalam seminggu. Kapal ini dibangun oleh PT Industri Kapal Indonesia (IKI) sejak September 2020 dan selesai dibangun pada Desember 2021 dengan nilai Rp 39,3 miliar.
Kapal ini berbobot 500 GT, memiliki panjang 46,80 m, kecepatan 13 knot, berkapasitas 262 penumpang dan kendaraan 16 truk sedang dan 26 kendaraan kecil.
Pada tahun ini, Kemenhub memberikan subsidi sebesar Rp 17,9 miliar untuk pelayanan kapal penyeberangan di Wakatobi yang dioperatori oleh PT ASDP Indonesia Ferry.
Berikut tarif angkutan penyeberangan di Wakatobi:
Lintas penyeberangan Wanci-Kaledupa (38 mile) Dewasa Rp 70 ribu Kendaraan gol 1 Rp 24 ribu Lintas Kaledupa-Tomia (34 mile) Dewasa Rp 62 ribu Kendaraan gol 1 Rp 20 ribu
Tomia-Binongko (28 mile) Dewasa Rp 32 ribu Kendaraan gol 1 Rp 10 ribu.
