Kumparan Logo

Menjual Produk dengan Modal Pintar Ngomong Saja, Apakah Cukup?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu toko makanan bersetifikat halal di Kawasan Halal Park Senayan, Jakarta, Senin (16/4). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu toko makanan bersetifikat halal di Kawasan Halal Park Senayan, Jakarta, Senin (16/4). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Menjual sebuah produk terkesan sepele. Secara sederhana pintar berbicara kepada orang-orang untuk membeli produk kita secara langsung layaknya salesman yang biasa kita temui.

Namun apakah modal pintar berbicara saja cukup?

Founder Yukbisnis.com, Jaya Setiabudi, menjelaskan pintar bicara saja tidak cukup. Sebab, yang lebih penting adalah memahami product knowledge.

"Bukan sekadar ngomong. Apalagi jika produknya berhubungan dengan nyawa. Banyak penjual produk herbal, terutama maaf MLM (Multi Level Marketing), ngecapnya berlebihan, seolah punya produk ‘sapu jagad’, yang bisa mengobati semua penyakit," katanya kepada kumparan, Kamis (15/8).

Untuk itu dalam menawarkan produk atau jasa sebaiknya kita memahami betul produk yang akan kita jual baik keunggulan maupun kekurangan. Saat kita memahami hal tersebut, barulah cara menjual kita akan lebih baik setidaknya bisa disebut konsultan produk.

Pebisnis makanan menunjukkan sertifikat halal di Kawasan Halal Park Senayan, Jakarta, Senin (16/4). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

"Kalau produknya fashion? Nah, sentuhan seorang ‘Konsultan Fashion’ akan berbeda dengan SPG yang tanpa ilmu. Mereka tahu cara mewawancara calon konsumen. Untuk acara apa? Sesuaikah dengan bentuk tubuh dan warna kulit? Enggak semua fashion yang cocok untuk semua pembeli dan situasi," jelasnya.

Selain itu, jika seseorang adalah penjual atau konsultan produk sejati akan menjual produk atau jasa dengan hatinya. Bukan sekadar menjual untuk dapat komisi saja.

"Bukan hanya duit, doa pun didapat," ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Mas Jay ini berharap agar para penjual sadar akan product knowledge agar saat menjual produk tidak hanya sekadar pintar berbicara saja.

"Terakhir, penjual tipe konsultan berani berkata, untuk kasus bapak, produk saya enggak cocok. Saya sarankan pakai produk Fulan saja, Jadilah penjual tipe konsultan, dikangenin orang, everlasting,” tutupnya.