Kumparan Logo

Menkeu Purbaya Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi RI 8 Persen Tercapai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. LPS
zoom-in-whitePerbesar
Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. LPS

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Sadewa menyatakan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen sesuai target yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

Meski mengakui tantangan besar, ia menilai fondasi domestik yang kuat memberi peluang mewujudkan target tersebut.

Purbaya mengungkap Presiden Prabowo langsung memberikan target ambisius setelah dirinya resmi dilantik. Menurut Purbaya, Presiden meminta agar pertumbuhan ekonomi segera dipacu menuju 8 persen.

“Tiga bulan ya 100 hari itu ya? Wah dia [Presiden Prabowo] ngasih angka tinggi banget. Ngeri juga saya bilang, saya bilang 'bertahap pak', untuk kita capai yang 8% itu. Dia bilang jangan lama-lama secepatnya ya kita coba lah,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9) dikutip Selasa (9/9).

video from internal kumparan

Meski menyambut target yang dicanangkan Prabowo, Purbaya menilai pencapaiannya membutuhkan tahapan. Dia mengaku realistis melihat kondisi ekonomi saat ini.

Di sisi lain sebagai ekonom, ia menilai pertumbuhan 8 persen belum mungkin diraih tahun ini. Namun, dalam jangka menengah, peluang itu tetap terbuka.

"Optimis, jadi masa depan kita akan cerah. Domestic demand kita kuat. Asal kita kendalikan dengan baik, kita bisa capai pertumbuhan dengan baik. 90 persen domestic demand. Masa kita takut? Apalagi globalnya nggak jelek-jelek amat sekarang,” jelasnya.

Kendati target yang diberikan Prabowo terbilang berat, Purbaya menjelaskan dirinya bukan orang baru dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional. Dia bilang sudah lebih dari dua dekade berkecimpung sebagai ekonom dan terlibat langsung dalam sejumlah kebijakan strategis lintas pemerintahan.

“Saya sudah 25 tahun jadi ekonom. Dan 10 tahun lebih jadi Tim Tengah SBY. Lalu, 5 tahun jadi Komite Ekonomi Nasional. Berapa tahun di KSP. Terus membantu Pak Jokowi juga dalam mengatasi krisis 2020, COVID 19. Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu. Jadi kalau Anda tanya pengalaman saya, apakah saya cukup tahu? Amat tahu. Jadi Anda nggak usah khawatir,” ucap dia.