Kumparan Logo

Menkeu Suahasil Optimistis Ekonomi RI Capai di Atas 5,5% pada Sisa 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga berbelanja bawang bombai di Pasar Induk MAJT-MAS, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga berbelanja bawang bombai di Pasar Induk MAJT-MAS, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV atau sisa 2026 ini masih dapat mencapai angka di atas 5,5 persen. Menurutnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, meskipun pemerintah tetap memiliki aspirasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 6 persen.

“Bahwa saya yakin di Q3, Q4 di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen, dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik,” ucap Suahasil dalam konferensi pers di Gedung Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).

Suahasil menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah kondisi ekonomi global saat ini. Ia menyebut sejumlah indikator seperti inflasi yang berada di level 3,19 persen, pertumbuhan ekonomi kuartal I sebesar 5,61 persen, serta pertumbuhan kredit sekitar 13 persen menunjukkan fundamental ekonomi masih cukup baik.

“APBN yang berjalan dengan baik. Kemudian koordinasi SBN, SRBI. Koordinasinya jalan terus,” ucap Suahasil.

Adapun ​Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dan tumbuh 3,73 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq).

Pada kuartal I 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. Realisasi pertumbuhan ekonomi secara tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen (yoy).