Menkop Teten Masduki Minta UMKM dan Startup RI Belajar dari Industri di Korsel
·waktu baca 3 menit

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyarankan para pelaku UMKM dan startup di Indonesia bisa belajar dari kesuksesan Korea Selatan (Korsel) dengan fenomena Korean Wave-nya. Menurutnya apa yang ada di industri di Korsel layak dijadikan tolok ukur dalam hal pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Teten telah melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korsel. Tujuannya untuk pertemuan bilateral dengan Menteri UKM dan Startups (MSS) Korsel Hong Jong-hak, sekaligus hadir dalam acara perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara Korsel dan Indonesia.
Teten menilai Korsel merupakan negara yang menjadi tolok ukur dalam mengembangkan UMKM dan startup. Hal ini terlihat dari ekosistem startup yang sudah sangat berkembang di Korsel.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Korea Selatan yang telah menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan Indonesia, kerja sama ini sangat berguna dan akan kami lanjutkan ke depannya,” kata Teten melalui keterangan tertulis, Senin (29/5).
Saat di Korsel, Teten juga berkunjung ke beberapa inkubator startup yang tersebar di Kota Seoul. Salah satu yang dikunjungi adalah TIPS Town atau lembaga inkubator yang diinisiasi oleh Pemerintah Korea Selatan dan berperan dalam memfasilitasi startup dalam mendapatkan investasi dari venture capital.
Selain itu, kunjungan juga dilakukan ke Seoul Startup Hub yang merupakan lembaga yang didirikan oleh Pemerintah Kota Seoul untuk mendukung pengembangan startup. Lembaga ini tidak hanya memberikan program mentorship dan pembiayaan bagi startup, tetapi juga menyediakan sarana teknologi bagi perusahaan rintisan untuk membuat inovasi produk sesuai dengan permintaan pasar.
Sebagai lembaga yang didirikan oleh pemerintah, Seoul Startup Hub juga berperan dalam membangun ekosistem startup dari sisi dukungan kepada startup, tetapi juga membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat bagi pengembangannya.
Teten juga berkunjung ke kantor INNOBIZ Association untuk menghadiri Interim Reporting Seminar, yang merupakan salah satu agenda dalam implementasi Knowledge Sharing Program (KSP). Program KSP merupakan salah satu program kerja sama yang sedang dijalin antara KemenKopUKM dan INNOBIZ Association.
Chairman INNOBIZ, Byunghoon Im, secara langsung menyambut seluruh delegasi Kemenkop dan UKM, seraya mengajak berkeliling di kantor INNOBIZ. Teten mengapresiasi INNOBIZ yang telah menjalin kerja sama dengan Kemenkop danUKM, sekaligus menjelaskan beberapa program yang saat ini sedang dijalankan.
“Saat ini, Indonesia sedang menyiapkan UMKM untuk naik kelas melalui pengembangan ekosistem bisnis, sehingga UMKM bisa bertransformasi dan naik kelas. Kami juga sedang mendorong transformasi digital UMKM bagi sebanyak 30 juta UMKM,” ujar Teten.
Dia menambahkan dalam mengembangkan ekosistem usaha, beberapa aspek yang saat ini menjadi fokus pemerintah antara lain kemudahan berusaha, akses pasar, dan dukungan teknologi yang perlu terus didorong untuk menghasilkan produk-produk UMKM yang berdaya saing tinggi.
INNOBIZ Association merupakan lembaga yang memberikan sertifikasi inovasi kepada perusahaan-perusahaan Korea. Sertifikasi yang diberikan INNOBIZ memberikan sejumlah benefit bagi perusahaan Korea untuk dapat mengakses berbagai fasilitasi program dari pemerintah, salah satunya adalah kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan.
Selanjutnya, Teten mengunjungi dua perusahaan INNOBIZ, yaitu AQUALEX yang merupakan perusahaan kosmetik dan Seoul F&B yang merupakan perusahaan penghasil produk makanan dan minuman.
Kedua perusahaan INNOBIZ berskala menengah tersebut menerapkan skema smart factory yang didukung oleh peralatan modern dan teknologi tinggi, yang mampu menghasilkan produk-produk berkualitas.
