Menkop Teten Masduki Ungkap Penetrasi Produk Asing di Dalam Negeri Gede Banget

19 Januari 2022 18:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menkop Teten Masduki Ungkap Penetrasi Produk Asing di Dalam Negeri Gede Banget (69538)
zoom-in-whitePerbesar
Menkop UKM Teten Masduki saat Refleksi 2021 dan Outlook 2022. Foto: Dok. MenKopUKM
ADVERTISEMENT
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengungkapkan saat ini produk asing sudah banyak yang diperjualbelikan di Indonesia. Untuk itu, ia meminta produk UMKM di dalam negeri tidak boleh kalah dengan produk asing.
ADVERTISEMENT
Teten mengharapkan produk lokal harus semakin mempunyai daya saing dari segi model bisnis yang inovatif dan produknya unggul.
“Sebab sekarang di pasar dalam negeri pun penetrasi produk asing pun gede banget, apalagi dengan e-commerce. E-commerce ini dengan teknologi digital, kita memang bisa masuk ke pasar dunia, tapi pasar dalam negeri sampai ke pelosok desa-desa juga bisa diakses oleh produk-produk dari luar,” kata Teten saat acara di Smesco Jakarta, Rabu (19/1).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Teten mengakui kalau daya tahan UMKM sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab, dari krisis ke krisis UMKM selalu bisa bertahan dan bangkit. Namun, ia menegaskan saat ini daya tahan saja tidak cukup khususnya untuk menghadapi penetrasi produk asing di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
“Kalau daya tahan itu biasa UMKM kita biasa lapar, kuat dari krisis ke krisis penyelamatannya itu UMKM, tapi kita tidak mau sekadar daya tahan, kita harus punya daya saing,” ujar Teten.
Menkop Teten Masduki Ungkap Penetrasi Produk Asing di Dalam Negeri Gede Banget (69539)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkop UKM Teten Masduki saat acara di Smesco Jakarta. Foto: Moh Fajri/kumparan
Teten menegaskan, pihaknya terus fokus mengembangkan kapasitas dan daya saing UMKM. Apalagi, kata Teten, meningkatnya kinerja UMKM juga berdampak positif ke penciptaan lapangan kerja.
“Sekarang ini yang menyediakan lapangan kerja itu 97 persen lapangan kerja itu disediakan oleh UMKM, industri besar itu hanya 3 persen,” tutur Teten.