Menkop Ungkap 7.923 Kopdes Merah Putih Sedang Dibangun
·waktu baca 2 menit

Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 7.923 Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dibangun. Ia menyebut, pembangunan tersebut juga dibantu oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sebelumnya, Ferry memang telah menyampaikan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara bersama unsur TNI akan membantu pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Hari ini ada 11 ribuan tanah (titik Kopdes) yang telah terinventarisasi, kemudian sekitar 7.923 yang sedang dibangun. Itu artinya yang sedang dibangun itu dari pihak Agrinas sudah terkonfirmasi,” kata Ferry saat ditemui di Kantor Kemenkop, Jakarta Selatan, Kamis (6/11).
Ferry menjelaskan, saat ini terdapat 11 ribu titik tanah Kopdes Merah Putih yang sedang diverifikasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sebelum dibangun. Proses verifikasi dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kesesuaian lahan. Setelah rampung, barulah pembangunan gudang dan gerai akan dimulai.
Setiap titik Kopdes Merah Putih, kata Ferry, idealnya akan memiliki tujuh gerai dengan lini usaha berbeda, meliputi gerai sembako, cold storage (penyimpanan pendingin), layanan obat murah, klinik desa, simpan pinjam, pengelolaan logistik, dan kantor koperasi.
Pada November ini, Ferry menargetkan 40 ribu titik tanah bisa terverifikasi sehingga pembangunan dapat dimulai untuk 20 ribu Kopdes Merah Putih. Sementara pada Desember, ia menargetkan 50 ribu Kopdes Merah Putih bisa mulai dibangun.
“Desember nanti kita akan bangun 40 ribu sampai 50 ribu. Lalu data tanahnya bisa mencapai 80 ribu yang terinventarisasi. Januari dibangun semua. Insyaallah Maret fisik bangunannya, termasuk gudang, gerai, dan sarana pendukung, bisa selesai,” ujarnya.
Ferry menjelaskan, pembangunan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara menggunakan dana APBN yang ditempatkan di bank Himbara sebagai sumber pembiayaan. Skema ini menjadi bagian dari program pendanaan koperasi yang disiapkan pemerintah dengan plafon Rp 3 miliar per koperasi.
“Anggarannya dari Himbara kepada PT Agrinas untuk pembangunan fisik atau capex-nya. Sumbernya dari APBN lewat Himbara. Jadi APBN-nya dari negara, disalurkan melalui Himbara ke PT Agrinas,” kata Ferry.
Meski dibangun oleh Agrinas dengan bantuan unsur TNI, Ferry memastikan bahwa proyek Kopdes juga akan melibatkan tenaga kerja lokal.
“Saya rasa nanti pasti melibatkan teman-teman dari Kodim, Babinsa, dan tenaga kerja lokal. Mungkin sekitar 20 orang untuk setiap bangunan,” jelasnya.
