Kumparan Logo

Menlu Wang Yi: RI Komitmen Beri Lingkungan Bisnis Adil-Kondusif bagi China

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri China Wang Yi memberikan keterangan pers bersama usai pertemuandengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Edgar Su/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri China Wang Yi memberikan keterangan pers bersama usai pertemuandengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Edgar Su/REUTERS

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut Indonesia berkomitmen memberikan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan kondusif bagi perusahaan asal China. Hal itu disampaikan dalam pertemuan perdana China-Indonesia Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) yang digelar bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

"Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan lingkungan berbisnis yang adil, transparan, dan kondusif kepada perusahaan Tiongkok," kata Wang dalam pernyataan pers bersama di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8).

Wang mengatakan kedua negara memberikan penilaian tinggi terhadap hasil kerja sama perdagangan dan investasi yang telah berjalan. China dan Indonesia sepakat memperkuat penyelarasan pembangunan kedua negara serta mendorong pertumbuhan perdagangan yang lebih seimbang.

Menurut dia, kerja sama ekonomi kedua negara juga akan diperluas ke sektor-sektor baru, termasuk artificial intelligence (AI).

“Kami senang sekali sistem peringatan dini meteorologi cerdas sedang diuji coba untuk Indonesia. Kami yakin itu akan berkontribusi untuk Indonesia dalam mencegah cuaca ekstrem,” ujarnya.

Wang menjelaskan kedua negara juga akan memulai konsultasi rencana aksi lima tahun China-Indonesia untuk periode 2027-2031. Konsultasi tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan baru dalam memperdalam kerja sama bilateral. Pertemuan CSD menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dan China.

Wang menyebut China dan Indonesia akan terus memperkuat kepercayaan strategis dan kerja sama di berbagai bidang dengan berpedoman pada arahan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Edgar Su/REUTERS

Lebih lanjut, Wang menyebut kerja sama energi dan sumber daya mineral juga menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. China dan Indonesia sepakat memperdalam kerja sama di sektor tersebut dengan mendorong kemitraan energi dan pertambangan yang komprehensif, terbuka, dan hijau.

Untuk memperkuat kerja sama tersebut, China dan Indonesia juga sepakat menyelenggarakan Forum Energi Tiongkok-Indonesia. Forum ini akan menjadi wadah untuk meningkatkan komunikasi mengenai kebijakan energi dan sumber daya mineral serta mengoptimalkan keunggulan masing-masing negara.

Wang menilai keberhasilan perusahaan China di Indonesia juga merupakan bagian dari keberhasilan Indonesia. Menurutnya, hubungan China dan Indonesia saat ini tidak hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga memiliki menjadi contoh bagi negara-negara di dunia.

“Tiongkok-Indonesia kerja samanya sukses, lebih berarti suksesnya seluruh Global South,” katanya.

Di luar sektor ekonomi, China dan Indonesia juga sepakat meningkatkan kerja sama teknologi pertanian dan pertukaran pengalaman mitigasi kemiskinan, bersama menjaga keamanan pangan, meningkatkan kerja sama bidang kesehatan, budaya, pendidikan, pemuda, dan daerah, meningkatkan kesejahteraan kedua rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Wang juga menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memulai kembali kerja sama penangkapan ikan, meningkatkan kerja sama maritim, serta mendorong pembangunan bersama di Laut China Selatan.

“Kedua pihak berdedikasi untuk mengimplementasikan DOC, berupaya untuk menyelesaikan perundingan COC, bersama membangun narasi baru Laut Tiongkok Selatan yang damai, ramah, dan kerja sama,” ujarnya.