MenPANRB Pastikan Sistem Seleksi CPNS Bisa Deteksi Joki: Ada Face Recognition
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas, memastikan pemerintah memiliki sistem yang andal untuk mendeteksi joki dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal itu menyusul adanya praktik joki di Lampung.
Azwar Anas menjelaskan, seleksi CPNS menggunakan sistem deteksi wajah alias face recognition. Hal itu tentu menyulitkan oknum dalam seleksi CPNS.
"Di layar itu langsung ada face recognition. Begitu duduk akan mengerjakan soal pertama dicek langsung face recognition cocok nggak," kata Anas di Istana Negara, Senin (20/11).
"Nah di Lampung langsung kelihatan begitu nggak cocok wah langsung kelihatan," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto, mengatakan pihaknya sudah menangkap oknum dalam tes CPNS di Lampung.
"Jadi yakinlah bahwa tidak ada lagi joki-joki yang bisa menaruh orang lain untuk bisa ikut. Karena kita menyeleksi orang untuk bisa ikut tes itu mulai beberapa lapis," ungkap Haryomo.
Haryomo bilang, pengguna joki maupun joki itu sendiri akan diblacklist. Artinya, mereka tidak bisa mendaftar CPNS lagi.
"Kalau itu jelas kalau dia ketahuan, dia tidak akan boleh daftar untuk selanjutnya termasuk yang tadi nama dipakai oleh joki yang lain itu otomatis tidak boleh," ujarnya.
