Kumparan Logo

Menperin Belum Puas Daya Saing Usaha RI Masih di Bawah Malaysia & Thailand

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku belum puas dengan daya saing usaha Indonesia yang masih berada di bawah Malaysia dan Thailand. Saat ini, dalam World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 Indonesia berada pada ranking 40.

Malaysia berada di urutan ke-23 dan Thailand berada di urutan ke-30. Negara ASEAN lain yang jauh berada pada peringkat awal adalah Singapura yang berada pada urutan ke-2.

“Hal yang membuat saya tidak terlalu puas, yaitu Indonesia menempatkan peringkat ke-40 dari 69 negara. Peringkat ini menempatkan Indonesia di tengah-tengah negara ASEAN lainnya. Jepang 35, India 41, namun masih di bawah Malaysia 23 dan Thailand 30,” kata Agus dalam konferensi pers capaian kinerja 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan pada Senin (20/10).

Ia juga menjelaskan dalam 5 tahun terakhir tren daya saing Indonesia dalam WCR memang fluktuatif.

Pada tahun 2020 Indonesia berada di peringkat 40, naik ke peringkat 37 di tahun 2021, turun ke peringkat 44 di tahun 2022, kembali naik ke peringkat 34 di tahun 2023, melanjutkan kenaikan ke peringkat 27 di tahun 2024 namun kembali turun ke peringkat 40 pada tahun 2025. Menurut Agus, hal ini terjadi karena adanya tantangan struktural.

“Ini tentu mencerminkan bahwa daya saing Indonesia masih menghadapi tantangan struktural yang membuat capaian-capaian baik sebelumnya sulit untuk bertahan meskipun sempat mencapai pencapaian kemajuan besar akibat reformasi kebijakan dan berbagai efisiensi birokrasi,” ujarnya.

Ilustrasi Pabrik Manufaktur. Foto: AuthenticVision/Shutterstock

Meski demikian, Agus menuturkan berdasarkan survei WCR tersebut, sebetulnya Indonesia bukan hanya baik dalam konteks ekonomi melainkan sangat baik. Hal ini tercermin dari sub faktor pada pemeringkatan WCR di mana pasar tenaga Indonesia berada pada peringkat 10 dan sektor implementasi manajemen berada pada peringkat 30.

Walau begitu, masih ada sub faktor infrastruktur yang masih mencatat peringkat rendah. Dalam sub faktor infrastruktur WCR mencatat Indonesia masih ada pada peringkat ke 62 pada urusan pendidikan dan peringkat 63 pada urusan kesehatan dan lingkungan.

Untuk itu, nantinya, sub faktor dalam WCR yang masih mencatat peringkat rendah juga akan dikejar oleh Kemenperin.

“Ini menunjukkan sebuah hal yang kontras, daya saing Indonesia, di mana untuk lingkungan usaha yang tadi saya sampaikan rangking-nya sudah cukup baik, cukup terhormat, namun kualitas dan kualifikasi utama lainnya perlu kita kejar, khususnya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, lingkungan yang harus menjadi perhatian,” ujarnya.

instagram embed