Kumparan Logo

Menperin Dorong Ekspor hingga Sertifikasi Halal di Industri Farmasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kemenperin

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong lebih banyak pelaku industri, khususnya di sektor farmasi, yang memiliki sertifikasi halal. Sehingga, peluang kesempatan ekspor semakin terbuka lebar.

“Potensi ini yang kami kejar khususnya untuk produk halal ekspor. Industri kita tidak boleh ketinggalan karenanya kami lakukan inisiatif untuk dorong industri yang masuk ke pasar global untuk mengisi demand produk halal global,” ujar Menperin dalam Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2022 seperti dikutip Senin (12/12).

Berdasarkan data The Global Islamic Economy Indicator in the State of Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia adalah negara konsumen produk halal terbesar di dunia dan mencakup 11,34 persen dari pengeluaran halal global.

Selama tahun lalu, Indonesia mengekspor sekitar USD 46,7 miliar produk halal, antara lain makanan, fashion, farmasi dan kosmetik. Sementara impor produk halal sebesar USD 14,5 miliar. Sehingga, selama tahun lalu Indonesia mengalami surplus untuk produk halal sebesar USD 32,2 miliar.

Menperin Agus Gumiwang kunjungi booth Dexa di Nusa Dua, Bali Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Salah satu perusahaan farmasi, Dexa Group, meraih penghargaan sebagai Best Halal Innovation. Penghargaan Indonesia Halal Industry Awards kategori Best Halal Innovation diraih oleh Dexa Group atas keberhasilannya dalam meningkatkan Kemandirian Bahan Baku Obat Modern Asli Indonesia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 80 persen, seperti produk Disolf.

Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kehalalan produk farmasi, serta mendukung pertumbuhan industri halal di Tanah Air.

"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami yang terus bertumbuh cepat untuk memproduksi obat-obatan berkualitas sesuai core purpose perusahaan yakni Expertise for the Promotion of Health," jelas Ferry.

Dexa Group merupakan pionir dalam riset dan pengembangan produk fitofarmaka, yakni obat modern asli Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi Sistem Jaminan Halal dan Sertifikasi Halal pada bahan baku aktif (bio-active fraction) maupun produk jadi. "Kami juga mendukung potensi pasar halal dunia dan di Indonesia yang sangat besar peluangnya,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, produk Dexa Group yang sudah tersertifikasi halal mencapai 97 persen atau lebih dari 1.300 produk. Selain itu, Obat Generik Berlogo (OGB) Dexa yang tersertifikasi halal telah digunakan di banyak rumah sakit, seperti Rumah Sakit Muhammadiyah. Dexa Group telah melakukan ekspor ke empat benua, yakni Afrika, Amerika, Asia, Eropa sejak 1993.