Menperin: Industri Ritel Sudah Pulih dari Dampak Pandemi Covid 19
·waktu baca 2 menit

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, industri ritel di Tanah Air telah pulih dari dampak pandemi Covid 19.
Hal ini tercermin dari data Bank Indonesia pada Februari 2024 yang menunjukkan indeks penjualan riil (IPR) meningkat mencapai 214,1 atau tumbuh 6,4 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
"Pada dasaranya manusia tidak akan berhenti untuk mencari barang atau belanja, khususnya barang-barang primer seperti pangan dan lain sebagainya. Alhamdulillah setelah pandemi covid 19 selesai kita lihat industri retail kita semakin baik, sudah dalam titik sebelum covid atau lebih baik dari 2019 ya," kata Agus dalam acara Business Matching IKM Pangan dan Furnitur Dengan HIPPINDO & Ekosistemnya di Jakarta, Kamis (2/5).
Adapun peningkatan IPR pada Februari 2024 ini didorong pertumbuhan sektor makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat secara tahunan yakni sebesar 9,1 persen.
Agus mengatakan, peningkatan ketiga sektor tersebut didominasi oleh pembelian yang dilakukan oleh kelas menengah dan generasi milenial.
"Peningkatan penjualan retail ini menunjukkan ini penting karena ekosistemnya ini penting ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat naik. Kalo daya beli masyarakat tidak naik tidak mungkin masyarakat mampu belanja dan itu akan mempengaruhi pertumbuhan dari industri retail dan manufaktur," kata Agus.
Dalam kesempatan tersebut, Agus mengungkapkan bahwa hadirnya beberapa toko ritel modern dapat menjadi peluang bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang dapat berperan sebagai supply di toko ritel, sehingga produk-produk dapat dipasarkan lebih luas lagi.
"Kita sudah ada regulasi dari pemerintah yaitu pedoman penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelanjaan dan toko modern, di mana beberapa ketentuan telah mewajibkan mengikutsertakan UMKM dalam konteks industri adalah industri kecil dan menengah dan memajangkan produk-produk dalam negeri," ujarnya.
