Kumparan Logo

Menperin Pastikan Pemerintah Tambah Pasokan Gas Murah untuk Industri

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap pemerintah akan menambah pasokan gas yang mendapat Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Untuk itu, Agus juga menyebut sudah mendapat jaminan dari Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sempat berharap agar volume dalam skema HGBT atau gas murah untuk sektor industri tak mengganggu produksi.

“Saya sudah mendapatkan jaminan dari kantor ESDM bahwa dalam waktu dekat ini, kita, Indonesia akan mempunyai tambahan suplai dari gas yang akan bisa dipergunakan untuk industri ini,” kata Agus dalam konferensi pers capaian kinerja 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan pada Senin (20/10).

Saat ini, Agus mencatat sudah ada 225 perusahaan yang ditetapkan sebagai penerima HGBT dengan kuota 693.307 BBTUD. Adapun 225 perusahaan tersebut berasal dari 7 sektor yakni pupuk, bajja, keramik, petrokimia, oleochemical, sarung tangan karet dan kaca. Hal itu sudah diatur dalam Kepmen ESDM 76K/2025.

Meski demikian, kuota sebesar 693.307 BBTUD tersebut turun 22 persen dibanding dengan aturan sebelumnya.

Ilustrasi pipa gas. Foto: PreechaB/Shutterstock

Untuk itu, Agus menyebut meski masih ada tantangan dalam realisasi dan penyaluran, pemerintah akan tetap berupaya untuk terus mendorong kelanjutan industri melalui insentif HGBT. Hal ini agar industri dalam negeri semakin kuat dalam daya saing.

“Meski masih dihadapkan dengan berbagai tantangan dari realisasi penyaluran, distribusi energi dan fluktuasi harga, kami pemerintah terus menerus berupaya berupaya untuk menyempurnakan agar dapat mendukung kelanjutan produksi industri dalam negeri yang dapat menikmati insentif harga gas bumi dalam rangka memperkuat daya saing dari produk-produk nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa HGBT telah terbukti membantu perusahaan-perusahaan industri di dalam kawasan industri untuk menjaga stabilitas biaya produksi, mendorong ekspansi usaha, dan mempertahankan lapangan kerja di tengah dinamika harga energi global.

"Ketersediaan energi dengan harga terjangkau adalah kunci bagi industri untuk tumbuh berkelanjutan. HGBT bukan hanya instrumen insentif saja, namun merupakan fondasi untuk menarik investasi baru dan menguatkan basis manufaktur nasional," ujar Ma’ruf dalam keterangannya, Jumat (15/8).