Kumparan Logo

Menperin: RI Jadi Negara dengan Penetrasi Keterampilan AI Tertinggi di ASEAN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan posisi Indonesia dalam menempati negara dengan penetrasi keterampilan Artificial Intelligence (AI) tertinggi.

Agus menjelaskan di ASEAN, Indonesia menduduki posisi nomor satu yaitu 1,04, mengalahkan global pada angka 1. Sementara Australia 0,95, Turki 0,94, Belanda 0,92 dan Italia 0,9.

Kemudian, Indonesia juga berada di peringkat ke-10 negara dengan perubahan kompetensi bidang AI tertinggi di dunia. Ini berdasarkan data Artificial Intelligence Index Report 2025 yang diterbitkan oleh Intelligence (HAI) 2025.

“Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat penetrasi keterampilan AI tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan di tingkat global Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan perubahan kompetensi bidang AI tertinggi di dunia dengan peningkatan, this is quite good ya, 191 persen dalam periode 2016 sampai tahun 2024,” kata Agus dalam gelaran kumparan AI for Indonesia 2025, di Ballroom DJakarta Theater, Kamis (23/10).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keynote speech pada acara kumparan AI for Indonesia 2025 di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dari sisi perubahan kompetensi bidang AI tertinggi di dunia, peningkatan 191 persen menjadi sinyal positif bahwa negara berkembang mulai mengejar ketertinggalan dalam kompetensi digital.

Dalam paparan Agus dijelaskan Indonesia berada di atas perubahan Islandia sebesar 173 persen, Uruguay 171 persen, Argentina 170 persen, Uni Emirat Arab 168 persen dan Kanada 166 persen.

Meski demikian, Indonesia masih diungguli oleh Denmark sebesar 1992 persen, Turki 198 persen, Kroasia 192 persen, Estonia 27 persen dan yang tertinggi adalah India 252 persen.

“Peringkat kita ini bukan berdasarkan Kemenperin berada di atas Iceland, Uruguay, Argentina dan UAE serta Kanada. Namun masih berada di bawah beberapa negara lainnya, negara-negara Turki dan lain sebagainya,” jelasnya.

Meskipun Agus menegaskan AI bukan tujuan Indonesia, melainkan alat untuk mencapai tujuan. Adapun tujuan pemerintah adalah mensejahterakan rakyat.

“AI bukan tujuan. Tujuan kita adalah mensejahterakan rakyat dan AI adalah alat mencapai tujuan tersebut,” tutup Agus.