Kumparan Logo

Menperin Sebut Rumput Laut Bisa Diolah Jadi Biofuel

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memanen rumput laut jenis Glacilaria Sp di areal tambak desa Brondong, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/9/2020). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memanen rumput laut jenis Glacilaria Sp di areal tambak desa Brondong, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/9/2020). Foto: Dedhez Anggara/Antara Foto

Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, mendorong percepatan industri pengolahan berbasis komoditas lokal guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.

Sejumlah potensi utama yang menjadi sorotan meliputi kelapa sawit, kelapa, rumput laut, hingga sagu.

Salah satu terobosan yang diunggulkan Sarmuji adalah pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku energi terbarukan atau biofuel.

Riset terkini membuktikan komoditas pesisir dan perairan darat ini tidak hanya difungsikan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor energi.

"Ada jenis rumput laut yang bisa ditanam di pesisir maupun perairan darat. Penelitiannya sudah membuktikan rumput laut bisa diolah menjadi biofuel. Industri berbasis rumput laut ini harus terus kita dorong," ujar Sarmuji saat membuka pameran Krista Interfood 2026 dan Penganugerahan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Rabu, (4/11).

Selain rumput laut, Sarmuji menekankan pentingnya memaksimalkan rantai produksi turunan kelapa sawit dan kelapa nasional dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular.

"Pengolahan kelapa sawit dan kelapa harus dimaksimalkan dengan prinsip sirkular ekonomi atau zero waste, sehingga seluruh bagian bahan baku termanfaatkan tanpa menyisakan limbah," tuturnya.

Di sektor pangan lokal, Kemenperin menaruh perhatian besar pada komoditas sagu di kawasan Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua. Guna mempercepat industri olahan sagu, Kemenperin berencana menggelar forum khusus bersama Pemerintah Daerah Maluku dan Seram Bagian Timur.

Sarmuji menegaskan bahwa strategi hilirisasi komoditas lokal perlu ditopang oleh penguatan riset dan inovasi agar keunggulan komparatif sumber daya alam Indonesia dapat bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Pemanfaatan limbah hasil perikanan juga dinilai berprospek tinggi. Sarmuji mencontohkan pengolahan bagian sisa ikan seperti sisik, sirip, kulit, dan tulang yang mampu diubah menjadi produk kolagen bernilai tinggi bagi industri kesehatan dan kecantikan.

Di sisi lain, Kemenperin terus memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program One Village One Product (OVOP) yang telah berjalan sejak 2007. Program ini berfokus pada lima jenis komoditas utama, yakni makanan dan minuman, kain tenun, kain batik, anyaman, serta gerabah berbasis kearifan lokal desa.

Guna memperluas jangkauan pasar, program IFI 2026 untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan pameran internasional Krista Interfood 2026. Sinergi ini diharapkan dapat menghubungkan produsen pangan lokal dengan jaringan industri Horeka (hotel, restoran, dan katering) serta memperluas akses ke pasar global.