Kumparan Logo

Menperin Yakin INKA Mampu Penuhi Kebutuhan Rangkaian Tambahan KRL

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengamati rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru produksi PT INKA (Persero) (kiri) dan KRL CRRC (kanan) saat perayaan 100 tahun operasional KRL di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengamati rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru produksi PT INKA (Persero) (kiri) dan KRL CRRC (kanan) saat perayaan 100 tahun operasional KRL di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Selasa (22/4/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif rencana penambahan 30 rangkaian kereta commuter line (KRL) untuk wilayah Jabodetabek yang disetujui Presiden Prabowo Subianto.

Menperin menilai kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi industri nasional. Khususnya produsen kereta dalam negeri seperti PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

“Itu angin segar bagi industri nasional. Kami akan melihat kemampuan industri dalam negeri untuk menyuplai kebutuhan proyek tersebut, misalnya gerbong dan komponen lainnya,” ujar Agus kepada wartawan di Tanjung Priok, Kamis (6/11).

Ia optimistis industri kereta nasional mampu memenuhi kebutuhan proyek ini. Menurutnya, PT INKA telah memiliki rekam jejak ekspor ke berbagai negara sehingga kualitas produknya tidak perlu diragukan.

“Saya yakin, karena PT INKA produknya sudah diekspor ke banyak negara. Jadi dari sisi kualitas, tidak ada masalah. Tapi saya ingin melihat kapasitas produksinya seperti apa. Ini kabar baik,” lanjutnya.

Terkait kesiapan kapasitas industri nasional, Agus menyebut perkembangan sektor ini sudah cukup pesat dalam tiga dekade terakhir. Ia menekankan bahwa pemerintah akan menyesuaikan dukungan industri dengan kebutuhan PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator.

“Dalam 31 tahun ini sudah berkembang baik. Soal kualitas, saya tidak khawatir karena produk INKA sudah diekspor. Mengenai kuantitas, kita akan lihat kebutuhan dari KAI nanti apakah semuanya gerbong atau ada kebutuhan lain. Setelah itu baru kita siapkan industri dalam negerinya,” tutur Agus.

KRL produksi INKA. Foto: KAI Commuter

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengadaan 30 rangkaian KRL baru dengan total anggaran mencapai Rp 5 triliun. Langkah ini diambil untuk memperkuat layanan transportasi massal di kawasan padat seperti Jabodetabek.

“Untuk itu kereta api kita harus, saya kasih petunjuk akan kita perluas, akan kita perluas, akan kita perbesar untuk Jabodetabek,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11).

Prabowo menjelaskan, pengajuan tambahan rangkaian kereta ini berasal dari Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Setiap rangkaian memerlukan dana sekitar USD 9 juta, dengan total pengajuan sekitar Rp 4,8 triliun.

“Saya setujui, bahkan saya alokasi. Bahkan beliau ajukan Rp 4,8 triliun, saya setuju, bahkan Rp 5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak saya tidak ragu-ragu,” tegas Prabowo.