Mentan Amran Copot Pejabat Kementan karena Selewengkan Lahan

12 November 2025 18:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran Copot Pejabat Kementan karena Selewengkan Lahan
Mentan Amran menindak pejabat Kementan yang menyelewengkan lahan.
kumparanBISNIS
Sidak harga pupuk oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Indo Tani 3 Sukamandi yang berada di Subang, Jawa Barat.
 Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sidak harga pupuk oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Indo Tani 3 Sukamandi yang berada di Subang, Jawa Barat. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mencopot pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) yang melakukan penyelewengan lahan percobaan milik negara seluas 300 hektare.
ADVERTISEMENT
Pejabat yang dicopot adalah eselon I dan seorang pejabat eselon II. Temuan tersebut didapat Amran saat melakukan sidak ke lahan percobaan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Subang, Jawa Barat pada Rabu (12/11). Dalam sidak itu, pejabat tersebut terbukti menyewakan lahan percobaan milik negara tersebut kepada pihak luar.
"Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiga di bawahnya. Langsung hari ini kami serahkan SK-nya. Ini model baru, enggak perlu rapat di kantor. Terlalu lama kalau rapat di kantor, serahkan SK-nya di lapangan," kata Amran di kantor BRMP Subang, Jawa Barat pada Rabu (12/11).
Berdasarkan temuan Amran dari 300 hektare lahan tersebut, ia hanya menemukan hanya 1 hektare yang dikelola. Sementara 299 hektare sisanya justru disewakan.
ADVERTISEMENT
“Lahan kita 300 (hektare) disewakan pada orang. Ini enggak benar. Kita ini punya teknologi, punya alat, macam-macam kita miliki. Teknologi, sumber daya manusia, lahannya ada, tapi disewakan pada orang,” ujar Amran.
Di saat bersamaan, Amran juga langsung menetapkan pengganti dari pejabat yang dicopot tersebut. Ia menugaskannya untuk mengerjakan pengelolaan lahan percobaan yang sempat disalahgunakan itu.
“Aku perintahkan sudah satu tahun, kami temukan hanya 1 hektare (yang dikelola), 299 hektare disewakan. Ini mulai hari ini dikerjakan (kembali), kami beri waktu tiga bulan,” kata Amran.
Amran menegaskan seharusnya lahan percobaan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan dan memproduksi benih pertanian yang unggul. Namun, oleh pejabat yang dicopot, lahan justru digunakan untuk kepentingan pribadi.
Amran menuturkan jika pengembangan dan produksi benih pertanian yang unggul dilakukan dan sudah membuahkan hasil, hal itu nantinya juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas secara gratis.
ADVERTISEMENT
“Beri percontohan, kemudian dibagikan pada masyarakat secara gratis. Hasilnya nanti dibagikan secara gratis pada masyarakat. Ini yang kami mau, karena BRMP ini ada di seluruh Indonesia,” tutur Amran.
Untuk itu, Amran juga meminta agar seluruh BRMP di Indonesia bisa melakukan pengembangan dan produksi benih unggulan dengan baik dan benar.
“Ini tidak benar (tindakan pejabat yang menyelewengkan lahan). Kami minta seluruh UPT se-Indonesia menanam bibit benih terbaik dan harus terbaik daripada lingkungan ini,” ujar Amran.