Mentan Amran Sebut Harga Beras Premium Turun Rp 1.000 pada Kemasan 5 Kg
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeklaim harga beras premium di pasar mulai turun sebesar Rp 1.000 per kemasan lima kilogram (kg).
Penurunan harga ini disebut Amran sebagai dampak dari operasi pasar besar-besaran dan surat teguran kepada produsen beras.
"Setelah kami menyurat ke penegak hukum 212 merek (tak memenuhi ketentuan), dan mereka (produsen) menyurat, turunkan harga Rp 1.000. Alhamdulillah di bawah HET. HET Rp 74.000 ya, Rp 1.000 turun menjadi Rp 73.000 (per 5 kg)," ujar Amran kepada wartawan pada Acara Peluncuran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pos Indonesia, Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Amran mengatakan, penurunan harga ini dilakukan di tengah intervensi pemerintah yang menggelontorkan 1,5 juta ton beras ke pasar.
Dari jumlah tersebut, 360 ribu ton disalurkan untuk bantuan pangan (bansos beras), sementara 1,3 juta ton sisanya dilepas melalui program SPHP.
"Hari ini kita operasi pasar besar-besaran. Ini mengantisipasi agar harga beras turun, tidak naik, di saat stok kita banyak," ujarnya.
Menurut Amran, langkah ini sudah menunjukkan dampak. Dia menyebut ada perusahaan besar yang menyurati distributornya agar segera menurunkan harga jual beras di tingkat ritel.
Amran juga menegaskan penurunan harga tak boleh mengorbankan mutu produk. Dia meminta produsen menjual beras sesuai dengan label kemasan, baik premium maupun medium.
"Tapi ingat bukan saja HET, kualitas. Jadi menjual barang, katakanlah kalau dia premium, harus kualitasnya premium, itu tidak boleh ditawar. Kalau dia medium, medium," katanya.
Pemerintah, lanjut Amran, bakal melakukan pengecekan secara berkala terhadap kualitas beras di pasaran.
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membeberkan saat ini peritel diminta produsen beras untuk menurunkan harga beras Rp 200 per kg atau Rp 1.000 per 5 kg.
Permintaan ini bersamaan dengan temuan Kementerian Pertanian soal beras premium yang turun mutu di ritel modern.
Ketua Aprindo Solihin mengatakan mulanya beras premium di ritel modern dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kg atau Rp 74.500 per 5 kg.
Kemudian sejak ada permintaan dari produsen beras, harga beras di ritel modern kini dijual Rp 73.500 per 5 kg.
Menurut Solihin penurunan harga Rp 1.000 per 5 kg tersebut ditanggung oleh produsen sebagai bentuk rafaksi. Artinya meski ada penurunan harga yang menguntungkan konsumen, peritel tetap tidak dirugikan.
