Kumparan Logo

Mentan Buka Layanan 'Lapor Pak Amran' untuk Berantas Mafia Sektor Pangan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (13/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (13/10/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka layanan pengaduan 'Lapor Pak Amran' sebagai upaya memberantas praktik mafia dan korupsi di sektor pertanian.

Melalui program ini, masyarakat bisa langsung melapor kepada Kementerian Pertanian terkait berbagai persoalan yang merugikan petani.

“Ini nomor saya yang pegang langsung dan kami tindak lanjuti,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (31/10).

Amran memastikan seluruh laporan dari petani maupun kelompok tani di seluruh Indonesia akan ditangani secara langsung dan dijamin kerahasiaannya. Masyarakat yang ingin melapor bisa menghubungi nomor resmi Lapor Pak Amran melalui WhatsApp di 0823-1110-9690.

“Pelapor kami jamin kerahasiaannya. Kami tidak akan menampilkan identitas mereka di media atau tempat lain,” tegas Amran.

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya menampung keluhan soal pupuk, tetapi juga berbagai masalah lain di sektor pertanian.

“Boleh juga soal lain, misalnya traktor, jual beli alat pertanian, pupuk palsu, atau apa pun yang berkaitan dengan sektor pertanian,” tambahnya.

Menurut Amran, pemerintah harus tegas menindak mafia, korupsi, dan pihak-pihak yang merugikan sektor pertanian. Kebijakan ini, katanya, bertujuan melindungi 160 juta petani di Indonesia.

“Kita harus jaga mereka. Kalau ada yang bermain-main, kita tindak tegas. Negara tidak boleh kalah, kita harus berpihak pada petani,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Amran menyebut laporan yang masuk akan langsung diverifikasi dan ditindaklanjuti. Jika ada laporan yang belum mencantumkan data detail, pihak Kementan akan melakukan pengecekan tambahan untuk memastikan kebenarannya.

“Contoh, ada yang melapor tapi tidak menyebutkan kiosnya. Kalau ragu-ragu, kami akan cek dan tanyakan lebih detail siapa kiosnya,” jelasnya.

instagram embed